Monday, February 18, 2008

Puzzle Kebohongan

saya menemukan kebenaran dari sebuah kebohongan, seringkali...

once in a while, kalo lagi kepepet, saya juga (sering) bohong. Dibohongin? lebih sering (he..he, malangnya saya!), biasanya kalo abis di bohongin, saya suka ndadak nyari cermin (buat ngaca dong, masa iya buat nyisir???), siapa tau pas ngaca di jidat saya tertulis "saya gampang dibohongin, loh", tapi berkali-kali saya liat ni jidat, bersih tuh, ga ada tulisan apapun, malahan si jidat adalah bagian wajah saya yang paling mulus di antara bagian wajah lainnya yg kadang berjerawat, it's totally spotless!!! (duuuuh..., emang sayanya aja yang kelewat bego kali, ya? makanya gampang banget di bohongin ;p )

Hiiih? masa sih, saya sebodoh itu? gak ah...
setelah saya pikir-pikir, walo minyak goreng saya bukan FILMA, akal sehat saya sebenernya tau koq kalo lagi dibohongin, tapi hati saya aja yg ga bisa di ajak kompakan ma akal sehat, jadinya : Heart - denial mode On. Atau ada kalanya juga si akal sehat dan hati se-iya se-kata, mengucap bersama-sama dengan penuh keyakinan "Yeaaaa, Dhis...lo di bohongin (lagi) tuuuuuh!". Sering juga sih saya clueless, really have no idea kalo saya dibohongin. He? clueless? wait..wait..se-ben-tar..(berusaha me-recall memori), ternyata saya ga se-clueless itu koq, the signs were right there! in front of my face! I just didn't see it..simply coz I didn't want to

Beneran deh.., sebenernya ada sebuah sistem dalam tubuh saya yang bereaksi secara otomatis ketika ada yang bohong sama saya, sebuah 'perasaan aneh' yang sulit buat di deskripsikan, tapi ketika perasaan itu muncul, saya mendadak gelisah tanpa sebab, merasa limbung tidak kokoh berpijak, and just can't stop thinking...setengah berfikir dan berfikir setengah-setengah, ga utuh...kayaknya otak saya tiba-tiba sibuk men-scanning banyak hal di kepala tanpa di perintah, dan perasaan aneh itu datang dan pergi untuk kembali (Ello bangeeeeeetttt!!!) sesukanya (jelangkung bangeeeeet hi hi)

Lama-lama saya jadi akrab sama si 'perasaan aneh' itu, ternyata dia datang dan pergi bukannya tanpa sebab. Dia mulai terasa ketika mata saya mulai bisa melihat signs bahwa saya di bohongin, dan pergi lagi karena hati belum bisa menerima kebenaran data-data yang di proses otak setelah mata melihat signs tadi itu. Memang butuh waktu untuk bikin kompak otak sama hati, apalagi umumnya sign, clue, or whatsoever namanya itu hadir dalam bentuk kepingan, tidak utuh, yah kayak puzzle lah..butuh waktu, kejelian, moreover kesabaran untuk menemukan kepingan yang pas dan di susun pada posisi yang tepat, so..it's just about time sampai akhirnya saya mendapatkan sebuah puzzle utuh bertuliskan 'Kebohongan'

Ketika saya sudah menyelesaikan puzzle-nya, 'perasaan aneh' itu pun lenyap (whuuuzzz...). Ouuw...rupanya otak dan hati sudah menemukan kesepakatan, memaknai sign, clue, or whatsoever namanya itu tadi, merangkumnya menjadi sebuah kata paten, yaitu 'Kebohongan'

Seiring lenyapnya 'perasaan aneh' saya baru-baru ini, saya menemukan bahwa kejelian dan kesabaran untuk mengamati dan melihat sign, clue, or whatsoever namanya itu tadi adalah sebuah bentuk kecerdasan tersendiri, yang artinya saya ga bego-bego banget dong, yah? trus kalo saya ga cukup bodoh (untuk tidak terdenger narsis dengan menyebutkan bahwa saya cukup cerdas ;p ) untuk di bohongin, knapa dong masih aja saya di bohongin? well...it's just simply because i let all the lies come into my life, I give them chances, and because I really wanna think the other way (bahwa itu semua bukanlah kebohongan)
























Friday, February 15, 2008

Berbicara dengan TEMBOK


Terinspirasi oleh posting-an dengan judul Special Pake Telor Buat CONGKI punyanya teman saya (www.rasyefki.com) dan Hanya Hati Yang Boleh Bicara punyanya www.santizaidan.wordpress.com (yang teman saya juga)


10 Februari 2008

..Music playing..
Tak Ada Yang Akan Bisa
Meruntuhkan Niatku
Tuk Bertemu Memeluk Dan Menyanding
Meski Surya Membenamkan
Tubuhku Di Lautan
Kutunggu Sampai Samudra Mengering
Kutunggu Sampai Samudra Mengering
(Samudera Mengering by Jikustik)


>>>FFWD>>>

15 Februari 2008

Head
"Yakin mo nunggu sampe samudera mengering?"
Heart
"Emangnya ga boleh?"
Head
"Yang bilang ga boleh siapa?, cuma kamu perlu tau kalo peningkatan suhu di bumi terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Jadi kejadiannya bukan samudera mengering tapi samudera meluap, kamu akan tenggelam dan mati dalam posisi menunggu, lagian kamu ga bisa berenang, kan?"
Heart:
"Gitu yah....?" (mulai ragu)
Head
"Lagian setelah malam itu kamu berbicara dengan TEMBOK, apa kamu masih merasa bahwa it's all worth the wait?"
Heart
"Pembicaraan yang mana, yah?"
Head
"Lupa?..atau sengaja melupakan?, sini aku ingetin...".


<<< REW<<<

31 Januari 2008 23:41
on the phone


Saya

"Sorry for not being there for you, lagian sepertinya you didn't want me to be there..you never ask me to be there...".
Tembok:
"
Aku juga ga pernah minta dia ada buat aku, tapi dia selalu ada di sana siang malem buat aku!
Saya
....silent.....
Tembok:
"Aku juga ga pernah minta dia untuk bantuin aku, tapi dia tulus mo bantuin aku, perkara aku ga mau di bantu dia ga peduli!, yang penting dia mo bantuin".
Saya
.....silent....
Tembok:
"Dan aku jadi sayang sama dia...".
Saya :
"It hurts me a lot to hear this..."
Tembok
"Dia juga sakit, tapi dia diem aja. Slama ini aku crita ke dia soal aku sama kamu, aku sama yang laen dan aku tau dia sebenernya juga sakit, tapi dia ga nunjukkin itu ke aku!"
Saya
........silent......"???"
Tembok
"Sementara kamu..., aku jalan sama yang laen kamu marah, dan di saat-saat aku lagi ancur-ancuran gini, dia yang ada di samping aku!".
Saya
....temperature rising, burning up in heat...
"SETANALASBABINGEPETTAIKUDAKOMPORMBLEDUG!!!!!
bisa bedain ga sih antara mad n jealous?"
(makian hanya terucap dalam hati, sementara tangan menggenggam high heels dengan posisi siap menampar tu TEMBOK, sayangnya saya keburu sadar bahwa dia ga akan ngerasain apa pun, karena dia adalah TEMBOK, tanpa OTAK dan HATI !!!).

Question : Emangnya kamu siapanya aku, aku siapanya kamu, yah? Who are we to each other, anyway?

Statement
:
Next time ur comparing something or anything, please...
bandingkanlah dengan yang memang comparable, biar kalopun nanti hasilnya berat sebelah pada satu sisi, itu karena memang sudah selayaknya. You may compare iPod dengan Zune, intel dengan AMD, Steve Jobs dengan Bill Gates...but please, don't you ever compare mesin tik dengan komputer, atau...Sandra Dewi dengan Dewi 'dee' Lestari....


>>>FFWD>>>

15 Februari 2008

Head:"ring a bell, eh?"
Heart:"uhmm...berbicara dengan TEMBOK..it's no use..apapun yang kita coba katakan..smuanya mental...".
Head:"There.., you learned your lesson".
Heart: .........................


Note
makian SETANALASBABINGEPETTAIKUDAKOMPORMBLEDUG is courtesy of
Ryu Deka
(www.sanggarcerita.blogspot.com).




Thursday, February 14, 2008

NOT Just Another Saturday Nite...




Kado Valentine buat Butterfly Footprint yang lagi berjuang di Singapore....

Sabtu, 9 Februari 2008 adalah hari dimana skali lagi saya berkesempatan ngumpul bareng keluarga besar Geronimo (well, walopun status saya adalah eks-Indian, deep down inside I always feel that I'm still part of the Indians). Dan kebetulan, moment kali ini adalah wedding. Knapa saya bilang kebetulan? karena ada 2 moment penting yang selalu bisa put us back together, kalo ga wedding..ya..funeral...(eh..funeral tu kan pemakaman yah? Inggrisnya layatan apa sih..? halaaah..nevermind). Saking seringnya kami ngumpul di 2 moment tadi, kami pun akhirnya menciptakan lines perpisahan a la Indians, "sampai bertemu di pernikahan berikutnya" atau "sampai bertemu di layatan/pemakaman berikutnya" (tanpa mengurangi rasa hormat pada pihak yang sedang berduka tentunya), yah...the point is, kami slalu bisa menemukan sisi komedi dari sebuah tragedi ;p

Jadi, siapa yang kali ini opening a new chapter in life?
Ella, temen siaran seangkatan saya waktu masi di Gero, berarti udah 8 taun saya berteman dengannya. My comment on her wedding?...overall..it was a private intimate wedding, verrrry nice, indeed. Smua yang terlibat adalah keluarga dan sahabat, the only outsider adalah MATA ANGIN, video wedding-nya.

Hampir smua keluarga besar Geronimo dateng malem itu, dari squad penyiar dan eks-penyiar, cuma 4 orang yang ga keliatan, DJ Rhino yg entah dimana, Ririen yg lagi balik ke Magelang, Ricky yg training di Jakarta, dan Riza Tomawa yg kebanjiran di Pulo Gadung (kakaka..haluuw, pak ;p). Dan sudah bisa di pastikan, jadilah malam itu a big reunion nite seperti halnya malam-malam pernikahan terdahulu.

When the party finally over, we (squad penyiar dan eks-penyiar) decided to have a party of our own. Inilah kami yang memutuskan lanjut ngobrol di Piring Putih:
Tiyok&Jeany, Penyo&Vika, Ulin&Wicak, Donny, Ian, Dinar, Shani, Bayu, Thomas, dan saya.

Ehm..ehm..perlu saya ingatkan, dengan kehadiran Tiyok, brarti malam itu official menjadi malam-mari-mencela-bukan-barang-haram, yang juga artinya bakal ada satu ato bahkan lebih orang yang jadi the object of celaaan (biasanya sih orang yang ga ikut ngumpul ato yang dateng ngumpulnya telat).

Dan inilah daftar celaan Tiyok malem itu...

Celaan #1
Ngomentarin dandanan bini-nya temen kita yang juga mo ikut ngumpul malem itu tapi datengnya rada telat

Ian :"Lo liat ga tadi rambutnya ms.v?, udah kayak cleopatra ajah.."
Tiyok :"Emang jaman dulu cleopatra gincu-nya udah merah cabe gitu yah?"
Semua :"Kyaaaa hahahaha...
Ian :"Eh, merah cabe gitu skarang lagi trend, tapi beneran yah, itu rambutnya udah cleopatra
banget, cuma kurang di kasi mahkota kepala uler aja
Saya :"Yeah..she's pretty anyway"
Tiyok :"Ya..sayang cakep-cakep besok matinya di bikin mummi
Semua :"Hwahahahahaha
Ian :"Eh..orang mesir tu kalo mati, kucing-nya ikutan di mummi juga tuh
Tiyok :"Kalo yang mati kucing-nya? majikannya ikutan di mummi juga gak?"
Semua :"Hihihihihihi"
Tiyok :"Licik tuh majikannya, kalo gw jadi kucing mesir, pas majikannya mati, gw kabur"
Semua :"Kekekeke"

Celaan #2
Masih ngomentarin sang cleopatra, pas masi di wedding, Tiyok sempet ngobrol ma cleopatra soal produk rokok (Mas Tiyok ini adalah marketing-nya Djarum). Nah..Tiyok nge-review lagi obrolan itu buat kita-kita.

Tiyok :"Masi inget ga? waktu tadi gw minta rokok, gw bilang pusing juga bikin event promo produk gw, secara rokok-nya para tukang, gitu. Masa bikin event di cafe, ga matching banget".
Cleo :"Eh, nggak koq, gw ma temen-temen model ngrokoknya Djarum juga"
Tiyok :"Ya, lo kan model taun brapa tau, non".
Semua :"Hihihiihihi"
Donny :"Serius, lo bilang gitu ke dia?"
Tiyok :"Ya ga lah..gw td cuma ngebatin aja..he..he"

Celaan #3
Bermula dari alunan sebuah lagu jawa yang terdengar dari audio Piring Putih (sebenernya saya aga disorientasi apakah itu lagu jawa yg nge-jazz ato lagu jazz yg njawani?, sebingung konsep si Piring Putih..apakah ini bistro yang ngafe ato cafe yg nge-bistro? Cafe ama bistro supposed to be different, kan? aaarrrggh saya pusiiing !%$#*%)

Shani :"Eh..eh..ini lagu apa yah, kayaknya kena banget di ati gw.."
Saya :"Stasiun Balapan kali, Shan"
Shani :"Ga ah..bukan..dulu aku hafal banget koq ma lagunya, kayaknya pas jaman kkn gw gitu"
(shani pun bersenandung mengikuti irama lagu misterius itu)
Tiyok :"Wah..dandanan shani uda cocok banget tuh ama lagunya, sinden banget, jamunya satu
mbak, beras kencur he..he" (shani malem itu sanggulan pake kebaya dan kain tentunya)
Senua :"Kyaaa ha ha ha"
Shani :"Haduuuuh apa sih judulnya...cinta cintaan gitu deh..cinta dalam hati ya?"
Vika :"Kayaknya Cinta (sampai akhir jaman) deh, itu di liriknya ada..
Saya :"Tanya mbak pelayannya aja, yuk..

dan obrolan pun makin nglantur seiring dengan makin larutnya malam, and still sampe bubar pun judul lagunya remains mysterious....
yang ga jadi misteri adalah kapan kami bisa kumpul lagi kayak gini, kalo ga april ya mei, on Emma's wedding. Eh, blum pasti juga ding..entahlah, still no news from god, tar saya kontak Tuhan dulu (kalo Dia ga lagi sibuk melayani ribuan jenis do'a yang masuk ke surganya..*menerawang nunggu kabar dari surga MODE:On*)


..eh..San, lupa he he, kamu juga kan one of us, yah...so nambah kamu yang lagi di singapur, it means ada 5 penyiar yg ga dateng..he..he, muaapkan...












Wednesday, February 13, 2008

( DON'T ? ) be a stranger...

I just saw one of the SMALLVILLE episodes last nite...yang season 3 (heh??? yg bener aja, Dhis? Smallville? hari gini? dimana serial HEROES lagi happening?).
Hehehe...don't blame it on me, protes sana sama tv stations kita yang hobinya nayangin sinetron demi mengejar rating ga penting!.

Saya sebenernya penyuka tv series, cuma aga males kalo harus nyewa di rental, jadinya saya termasuk yang sorak-sorak bergembira (sambil nonton tentunya, capek dong sorak mlulu) kalo tv kita mulai menaikkan mutu tayangan dengan memutar serial, dan..termasuk yang berbelasungkawa (ihiiks..) ketika serial tadi hanya bertahan selama satu season saja. Saya coba ber-flashback ke taun pas Trans TV getol nayangin serial GILMORE GIRLS, yang kalo memori saya masih beres, tu serial bertahan 2 season doang, sempet di selingin HYPERION BAY. Trus waktu Trans7 masi bernama TV7, saya cinta mati ma serial EVERWOOD (ehm...Gregory Smith, luv ya much, he's my kinda guy hehe *daydreaming mode:ON*) sampe bela-belain nyari pengganti siaran hari minggu demi nonton ini serial, eh...ternyata di cut juga di season 2 (ada apa dengan angka 2 sih..?)

Guess what?
Yup...you're rite, darling...
nasib serupa juga menimpa SMALLVILLE, mendadak goodbye di akhir season 2.
For your information, di nagri paman Sam sana, serial yang tayang perdana taun 2001 ini udah masuk season 7!!! yak...anda ga salah baca, saya stressing yah.., T-U-J-U-H !!! (oooh...saya merasa seperti siput...berjalan lambat..menulis lambat..nonton pun lambat..kekekeke ;p )

Oke...cukup sekian informasi yang bisa saya
re-call dari memori saya yang sudah mulai berkarat ini. Sudah waktunya membahas episode tadi malem, dan karena saya ketinggalan 2 episode, aga bingung juga ngikutin jalan ceritanya (maap yah kalo salah). Lagian juga ga niat cerita in details koq..cuma mo nulis some lines yang nancep banget di memori saya.

It all started di scene Lana Lang nemuin Lex Luthor di kantor Lex. Intinya Lana mo ngucapin thanks on Lex helping hand. Ternyata selama Lana di rehab di rumah sakit, Lex took care all the bills tanpa sepengetahuan Lana. Yang jadi pertanyaan buat Lana, knapa Lex sama skali ga nyritain smua itu ke Lana (bahwa Lex bantuin biaya RS-nya Lana). Lex bilang itu udah jadi tanggung jawabnya, secara Lana got hurt karena nolongin Lex. Then...Lex juga minta maaf karna ga sempet nengokin Lana waktu Lana di RS, lagian Lex yakin di sana udah ada Clark yang jagain Lana.

Daaaan....teman-teman bagian di bawah inilah yang
fullfilled my thoughts..over and over again...

Lana bilang ke Lex kalo Clark sama skali ga nemuin ato nungguin dia di RS.
Note: harap dimengerti, situasi between Lana and Clark adalah they're just broke-up

Lex :
"why?" (knapa Clark ga nemenin Lana di RS)
Lana :
"He thinks that the only way to stop hurting each other is to stop seeing each other, altogether"
Lex :"by the way, who's Adam, then..?"
Lana :"someone I met when i'm at therapy..
Lex :
"He must be special..?"
Lana :
"Yes.., he is special"

Before Lana walk out the door, her last words adalah...

"Lex, you can always see me at the coffeeshop (coffeshop-nya Lex, Lana gawe di sana, jadi barista, haduuuh..nama tempatnya lupa...), don't be a stranger..." ( she sealed it with a smile).

Well..kalo saya boleh menyimpulkan, scene dengan line "don't be a stranger" itu, kayaknya Lana pengen bilang sama Lex, kalo hubungan pertemanan mereka ga bakal berubah hanya karena kejadian Lana luka waktu nolongin Lex.

..Uhm...dan entah knapa scene ini membuat ingatan saya melayang ke beberapa episode sebelumnya, ketika awal-awal Lana 'n Clark putus. As far as I remember..gini kejadiannya...

Scene: Lana seeing Clark at the Ranch

Clark :"Hi Lana..very surprising, i'm not expecting seeing u here. I mean.., u still wanna see me?, after all what
happened".
Lana :"Since when do we need a reason seeing each other?, Clark..I know that we're not together anymore, but you
can always see me if you want to..

selebihnya saya lupa (lagi) he..he, maap yah, tapi kayaknya sih Clark insist kalo sebaiknya mreka ga usah ketemuan lagi. Uhm..balik ke episode tadi malem (duuuh..maju mundur ini, saya juga jadi bingung nulisnya...), ditutup dengan adegan Lana seeing Clark at the barn. Clark says sorry for pushing Lana out of his life (brubah pikiran niiih...dari yang sebaiknya ga ketemuan lagi jadi pengen stay close each other). Sayangnya..., this time, Lana yang ragu-ragu, dan akhirnya dia cerita soal kejadian di RS.

Scene: Kent's Ranch, at the barn

Lana :"When I was on therapy.., I met someone...at that time I wasn't really sure how do I feel about him.."
Clark :"I think by telling me this, you already know how do you feel about him..."
Lana :"I think so...."
Clark :"Well, Lana,.. thanks for being honest..".

Lana leave the barn, get into her car
While Clark consentrates using his superpower hearing and find out that Lana is crying when she drives her car...

Just like in a movie,
kayaknya in reality..breaking up is so hard to do juga, yah...(huffs..)
Yang bikin saya wondering adalah...segitu rapuhnya kah batas antara love and hate?, when love and hate collide (kayak lagunya Deff Leppard) and how love turns into hate (bisa gitu yah?). Masih soal patah hati, apa iya the only way to stop hurting each other is to stop seeing each other? haruskah sampe akhirnya become a stranger one to another...
dan knapa cinta bisa sangat menyakiti (jangan-jangan itu bukan cinta sama skali), tapi katanya.. ga ada sakit yang se-sakit itu kalo ga ada cinta yang se-besar itu juga...

I really don't wanna be a stranger..
Don't You..?

(
eh..halo..halo.., transkrip conversation adegan per adegan ga precisely kayak yang tertulis di blog ini loh ya, all based on my memory doang, soalnya udah nyari transkrip aslinya di beberapa situs tapi tetep ga ketemu, yang ini bisa di pastikan karena saya kurang gigih mencari..maafkan saya..)















Monday, February 11, 2008

Jalan-Jalan di Negeri Pakis Monyet (Day 2)

..Dan esok harinya..perjalanan saya di negeri Pakis Monyet pun berlanjut...

..12 Januari 2008..


First time in the morning..
Lokasi:
Mertoyudan Guest House (rumahnya Joe)
Jam 9.00 Rise (but not) shine he..he

Yang laen masi lelap, saya udah bangun. Di bikinin teh sama Eno, adeknya Joe yang manis itu, di siapin makan sama mamanya (yeah...felt like heaven banget..). Joe, Ndik ma Gatot (adek bungsunya Joe) masi tepar, jadi saya sarapan sendirian..kenyang..mo nonton tv ga tau cara nyalainnya..giliran uda nyala gambarnya semut smuah..(gaptek saya...pake parabola sih.. hihi)..akhirnya saya membaca saja, saya tamatkan sebuah novel sastra Jepang (apa yah judulnya..? lupa, tapi kalo di minta nyeritain isinya saya masih inget koq..). Saya lirik jam di dinding, waktu menunjukkan pukul 12 siang, heeeeh???? eiidaaan...blum ada tanda-tanda kehidupan lain selain saya!!!.

Jam 12.00
bosen mlototin ikan koki di akuarium..saya kembali tepar, kali ini di sofa depan

Jam 14.00

Ndik finally woke up and saved my day (tv berhasil dinyalakan!!! hooraay!!..). Kami duduk manis depan tv..saya sambil makan siang tentu saja (hihi), Eno juga ikut gabung, disusul Joe, sementara Gatot gitaran di kamar bertemankan lagu-lagunya Bon Jovi dan..ehm..KLA PROJECT (heh??? *kaget Mode:ON* sumpah!!!..mengingat adek bungsunya Ririen yang anak band ini gede di era-nya My Chemical Romance...tapi koq seleranya era 90-an banget yah? salah lahir apa gimana sih? he..he). Well...setidaknya saya jadi bisa bernostalgia ke jaman SMA ketika saya memproklamirkan diri sebagai KLAnis ;p

Jam 15.00
Antre mandi..skalian improvisasi nyari next destination, secara pada bangun siang..maka tamatlah niat kami jalan ke taman bermain Kyai Langgeng (jam 4 sore uda tutup..hieks..)

Jam 16.00
Segera tancap gas dengan tujuan menyantap kupat tahu (rencananya). Sampe di warung kupat tahu, antreannya penuuuuh...maka kami pun terpaksa improve lagi...pindah ke warung kupat tahu yang jaraknya cuma beberapa meter dari situ dan ternyata selaen kupat tahu, tu warung jualan soto juga...maka terjadilah pembelotan besar-besaran. Saya, Eno, dan Gatot ganti haluan pesen soto, cuma Joe dan Ndik yang konsisten order kupat tahu (katanya ga lengkap kalo jalan-jalan ke Magelang ga makan kupat tahu). Nah...di sepanjang jalan mencari kupat tahu inilah kami bertemu dengan Anthurium, Gelombang Cinta daaaaan PAKIS MONYET...

Jam 16.30
Destination
: KETEP PAS (Wisata Observasi Merapi)
on the way ke KETEP cuaca mendung...abis ujan...kabut turun..maka hasilnya adalah dingiiiin..brrrrr..
sampe di sana menjelang maghrib, pusat observasinya uda tutup, tapi ga ngaruh juga ding...
soalnya kita emang ga niat nonton film tentang Merapi, cuma pengen duduk-duduk lesehan di kawasan situ sambil ngemil jagung bakar, nge-teh panas (huhuuuw..saya banget nih), ngopi, ngrumpi sampe liat-liat lampu kota Magelang dari atas KETEP PAS, tentu saja tanpa di lengkapi mini-compo (emangnya piknik taun 80-an?)...lagian liat pemandangan alam kayak gitu ternyata bisa bikin kita nganggurin walkman phone dan i-pod yang ada di saku jaket..walo tetep masi inget foto-foto pake phone-cam..sayang ga ada yang bawa kamera beneran...

Jam 19.00
Waktunya pulang ke rumah Joe,
masi betah sih..tapi Joe siaran jam 22.00 jadi kita harus packing buat pulang ke Jogja. sampe Mertoyudan kita nge-teh (lagi) bentar trus pamit deh. Rombongan pulang nambah 1 orang, Eno yang niat nginep di Sewon.

Jam 21.45
Akhirnya nyampe studio dan Joe pun siap-siap siaran...sementara sisanya? lapeeeer... jadilah kita memutuskan makan malem, ga jauh dari studio...yaitu...Oseng-Oseng Mercon-Kota Baru (jeng..jeng..SUPER DUPER HOT!!!).
Yak..demikianlah perjalanan wisata kuliner kami yang penuh improvisasi...

Special Thx to:
e_minor_songs Tour
Ndik Travel
Mertoyudan's Guest House and Family
for a wonderful one day getaway







Jalan-Jalan di Negeri Pakis Monyet (Day 1)

..Pakis Monyet...
ever heard before?

Duuuh..masa blum pernah dengeeer? Yah..salaman dulu, sama dong kita he..he
Buat yang nebak ini nama sejenis makanan, anda pasti lagi laper..
Perkenalkan.., Pakis Monyet adalah nama tanaman. Anda yang suka bercocok-tanam mungkin familiar dengan jenis tanaman yang satu ini, atau malah pot berisikan pakis monyet terawat dengan penuh cinta (apaan sih, Dhis...?!) di halaman anda. Oke..oke, buat yang blum pernah denger dan liat wujud tanaman ini, here...let me help you get the picture...

Pakis Monyet sepengelihatan saya adalah tanaman berbentuk batang pohon, biasanya sebesar bonsai, dan si batang tadi sepenuhnya di balut bulu-bulu halus yang teksturnya mirip bulu monyet, warnanya coklat kuning keemasan. Gimana...? get the picture, yet?...masi blur yah? hmm..kalo memang begitu adanya, saya sarankan anda jalan-jalan ke Magelang, tempat saya pertama kalinya tanpa sengaja berkenalan dengan si pakis monyet.


Jadi begini ceritanya...

berawal dari ajakan teman saya, Ririen yang biasa saya panggil 'Joe' (jauh bener yah...Ririen jadi Joe?)

..well sebenernya ga jauh-jauh amat sih.., Joe kependekan dari nama lengkapnya, 'Juandi'. Kalo saya panggil 'Ju' cita rasanya Magelang sekali..lokal punya, maka saya pilih memanggilnya 'Joe' saja, sounds more global, cita rasa internasional (kyahaha.. ;p ..). Ajakannya adalah spending weekend di kampungnya, dengan tujuan yang lebih spesifik..yaitu...WISATA KULINER!!! (of course yaaaah.., masa iya wisata belanja? Magelang kan bukan Bandung, neng...).

Saya pikir it would be good to finally spend sometimes bareng temen yang tau banget tiap jengkal kota getuk itu. Yah... mengingat pengalaman saya ngemsi 2 hari di Magelang dan susah nyari makanan yang enak sampe di palakin tukang pecel lele di alun-alun cuma gara-gara plat mobil kita AB, ..masa makan minum ber-3 abis 37ribu? get real...!! bcanda tuh abangnya...malakinnya kalap bener..whueeek!!

Inilah jurnal perjalanan kami selengkapnya..

..11 januari 2008...

Brangkat sore-sore dari studio, skitar jam 5-an. Normalnya siiih...Jogja-Magelang paling 1 jam-an, tapi hari itu..kami (saya, Ririen, dan Ndik) memilih rute yang sangat tidak biasa, Kotabaru-Sewon-Pakel-Jl.Magelang (haiyah! muter-muter jogja!), numpang Ndik Travel (kijang biru donker-kaca akuarium-tanpa jok belakang yang ga bisa lari di atas 40km/jam he..he). Maka sampailah kami di kota Magelang skitar jam 9-an.

First Destination:
langsung makan malem di warung ijo, sebuah warung sederhana penuh dengan menu menggugah selera (ternyata sodara-sodara, sejauh mata memandang, warung itu ga jauh dari alun-alun tempat saya dipalakin abang pecel lele keparat ituh!!! damn!@$#%%^, makin sakit hati saya rasanya..hhh...).


..Ehm...Ehm..inilah menu menggugah selera yang saya bilang itu...
Saya pesen sop buntut (point 10)
Joe nyicip gule kambing (point 10)
Ndik nyobain tongseng kambing (point 10)
Harganya? paling mahal 10ribu doang/porsi
Porsi? sangat sepadan dengan harganya


Kelar makan langsung tancap gas (eeh? dibawah 40km/jam bisa di bilang nge-gas ga sih? *ga yakin mode.ON* ;p ) ke Mertoyudan, rumahnya Joe, nyampe skitar jam 10-an, bgadang bentar trus tepar (Joe ma Ndik masi lanjut ngrumpi ampe pagi).

Next Destination:
Taman Bermain Kyai Langgeng dan nyicip sup kacang merah made in Magelang called Snerek, katanya sih lokasinya di belakang Kyai Langgeng

Thursday, February 7, 2008

Lagi Jenuh..Jenuh Lagi..(Is it a pattern..?)


...Saya sedang berfikir applying pekerjaan yang tidak mengharuskan saya duduk manis bertemankan komputer dari jam 9 pagi - 5 sore. Memang sih...blum pernah ngrasain that kinda job, tapi... ngebayanginnya aja bisa bikin saya merasa mulai gila..apalagi kalo sampe ngejalaninnya (he..he untuk yang satu ini saya sepertinya terlalu judgemental..toh banyak yang punya gawe model begini n they survive..). Sebenernya ini cuma masalah pilihan...saya akui...saya mulai bosan dengan pekerjaan saya yang sesungguhnya menyenangkan ini...ironis ya..? pekerjaan menyenangkan koq berasa membosankan...

Hmm...mungkin ada yang salah...cara berfikir saya kali yang mulai ga beres?...
baiklah..mari..mari di cari saja di bagian mana salahnya...


..Saya yakin sekali bahwa pekerjaan seorang radio dj adalah one of to-die-for job, apalagi buat mereka yang masih abg. Keyakinan saya bukan keyakinan buta tentunya. Salah satu bukti nyata adalah pelatihan "How to be a radio dj" yang selalu laris manis dan peminatnya mostly adalah abg yang masi SMA...yang kuliahan juga banyak sih..
Hal laen yang mendukung pernyataan saya di atas adalah...banyak banget sms ke cell-phone saya dari orang yang saya ga kenal sebelumnya, sebagian meng-klaim dirinya sebagai fans saya (haiiiyah...maap ga bermaksud narsis..emang begitulah adanya ;p..) dan dengan entengnya meminta saya untuk memberikan tips 'gimana supaya bisa keterima jadi penyiar di sebuah radio' (nah..loh..), makin lama makin berat..ada juga yang minta di ajarin jadi penyiar YANG BAIK!!! (wadoooh..ampuun dj...he.he BAIK itu kata sifat ato kata kerja sih?).

...saya pun jadi bertanya-tanya apa sih yang bikin mreka dying banget pengen jadi penyiar? daaaan...sebagian besar jawabannya adalah:

"kan asyik, mbak, bisa ketemu sama artis.."
hhh..blum tau dia...ada band yang lagu-nya di banned sama temen saya sesama penyiar gara-gara kelakuan mreka yang 'tai' banget pas di interview, ...well adikku sayang, ga smua artis meriah dan ramah..kadang ada yang bikin muntah-muntah ;p

"pasti fun banget, mbak..bisa muter lagu yang kita suka"
duuuh...kemungkinan yang sangat mungkin ni anak ga tau kalo di radio itu ada playlist yang wajib kita puter, ga bisa muter lagu se-enak jidat sndiri..yah...walo kadang suka saya langgar..ehm..rules are made for breaking bukan? ;p,...blum lagi harus berhadapan dengan selera music director yang ga matching ma selera pribadi..bisa-bisa hasrat muter lagu yang kita suka hanya tinggal hasrat semata, karena sang MD tak kunjung jua memasukkan tu lagu ke bank lagu di kompi siaran...atau...terpaksa muter lagu request yang sesungguhnya ga pengen kita puter..tentu saja atas nama kepuasan pendengar..seperti saya yang skali-kalinya muter lagu Tulus punya Radja karena uda di request berkali-kali tapi ga pernah saya puter (tega ya saya...)

"seru, mbak..bisa ngomongin apa aja"
sounds that easy he? not really...loh, adikku tercinta...naif skali adikku ini...
saya masih inget wejangan trainer saya dulu.."kalo kamu ga tau mo ngomong apa, ato kamu ga yakin sama apa yang kamu omongin, jangan pernah skali-kali kamu open mic!!!" final..titik..period!!! (eh..titik ma period sama aja yah?). Belum lagi hal-hal laen yang sifatnya personal yang bikin kita mendadak kehilangan kemampuan mengolah kata-kata dan akhirnya bikin mood ngoceh kita lenyap di telan bumi, such as..lagi broken-heart, di kasih hadiah nilai D sama dosen, brantem sama partner siaran tandem..etc..etc deh...apa iya masi smangat mbahas ini ituh?..

"Bisa punya banyak fans..trus keliatannya keren, mbak..ngomong depan mic pake headphone, muter lagu, baca request.."
Ya..ya...emang iya sih..saat siaran saya merasa I'm the centre of the universe, bertemankan perangkat siar yang hi-tech dan sophisticated itu..berasa penting he..he. Apalagi kalo ada yang dateng dan ngeliatin saya siaran..wuaaah makin bergaya saya, makin smanget siarannya he..he. Tapi kalo di pikir bahwa si penyiar ini cuma tinggal muter lagu doang dan ngoceh-ngoceh sesuka hati, jelaslah tidak benar adanya. Ada banyak hal yang harus di kerjain, dalam satu waktu dan yakinlah kalo kita belum terbiasa membagi konsentrasi, maka smuanya bisa bubaaaaarrrr....
adikku sayaaaang...selain muter lagu, kita juga harus puter iklan tepat pada waktu yang sudah di jadwalkan di log book siaran, baca ad-lips, puter jingle, kadang di tengah-tengah siaran di sela live report yang ada bumper in and out-nya sebelum report di mulai, ada backsound khusus-nya juga, ada kode-kode sendiri untuk smua item yang harus di puter, dan kalo kita lagi ga konsen, smuanya bisa kebalik-balik, bumper out kita puter di awal, bumper in kita puter blakangan (nah..loh), lebih parah lagi...judul report-nya adalah Ponds tapi bumper yang kita puter adalah bumper quiz KFC (sepertinya saya pernah melakukan kebodohan jenis ini..he..he), nah...itu dia kita masi punya quiz yang tingkat kesulitannya beragam dari yang cetek sampe yang hi-tech..eh yang rumit ding..
blum lagi kalo ada interview mendadak..kadang ada bahannya aja kita stress duluan apalagi ga ada bahannya, panik toh?..(saya? ga tuh..he..he mungkin karena saya sangat menikmati meng-interview orang ;p ..)

..halah!!...jadi panjang banget mbahasnya inih...(itulah knapa saya lebih milih bicara saja ketimbang nulis..huff..)
okay...baiklah...terlepas dari sekian banyak small stuffs yang saya tulis di atas, saya harus mengakui bahwa pekerjaan saya sangat menyenangkan..bisa kenal banyak orang dari berbagai kalangan..bisa blajar terutama learning by doing, how to interact and communicate with others from different backgrounds and ages..., jadi tau banyak hal bahkan tanpa harus susah-susah googling, selalu aja ada hal baru dari berbagai bidang yang saya tau lewat hasil ngobrol atau interview dengan mreka yang bersinggungan dengan media radio di mana saya bekerja...
...it's even like travelling without moving...

...Trus knapa saya mulai bosan?...blum kejawab nih..
5 taun di Geronimo..akhirnya saya merasakan kebosanan itu dan memutuskan pindah ke Female..
hampir genap 1 taun di Female..dan saya mulai merasakan kebosanan level akut...ke mana saya harus pindah kali ini? ...saya pun belum menemukan jawabannya...
yang saya tau hanyalah..saya mendambakan pekerjaan yang:

...ga mengharuskan saya duduk manis bertemankan komputer dari jam 9 pagi - 5 sore.
...ga harus berseragam.
...ga harus melakukan hal yang monoton tiap harinya
...bikin saya hepi karena bisa berguna buat diri saya sendiri dan banyak orang
...bikin kenal banyak orang
...paid well...ato earn a lot, either way lah (he..he)