Wednesday, August 13, 2008

Bagi Yang Merasa (telah) Merdeka

Merdeka atau Mati!

Gitu kalimat sakti para pejuang kita buat meng-endorse smangat perjuangan mreka di taun 45.
Kalimat yang bukan cuma mengobarkan semangat tapi juga sebuah state of mind, mo milih merdeka atau mati aja deh?. Jawabannya jelas banget kan? mreka milih merdeka, yakinlah pasti gak ada satu pun yang memilih mati, pilihannya adalah merdeka walo harus di bayar dengan mati.

Trus apa setelah merdeka?,
pastinya orang yang merdeka punya banyak pilihan dong?.
Tapi ironisnya saya sering denger orang bilang (kadang malah saya sendiri yang bilang) kalo mreka gak punya pilihan, "Gw gak punya pilihan lain, gw terpaksa".

Wait a minute..., Se-ben-tar...
Rasanya ada yang gak sreg sama kalimat "Gw gak ada/gak punya pilihan lain, gw terpaksa".
Gak punya pilihan dan terpaksa memilih adalah dua hal yang berbeda rasanya.
Buat saya gak ada yang namanya GAK ADA/GAK PUNYA PILIHAN, pilihan-pilihan itu selalu ada.
Ketika kita TERPAKSA MEMILIH, itu bukan karena kita gak punya pilihan, itu artinya kita memilih PILIHAN (yang dibuat karena) TERPAKSA, pastinya ada sebuah pilihan lain, kita masih bisa memilih PILIHAN YANG TIDAK TERPAKSA karena somewhere out there ada sebuah PILIHAN BEBAS, sebuah pilihan yang kita ambil dengan penuh kebebasan tanpa harus merasa terpaksa.

Gara-gara nonton Biography Metro TV sabtu kemaren, saya jadi pengen bikin posting-an ini, sempet tertunda karena urusan hati. Demi melihat tayangan bio Richard Branson-nya Virgin Records, saya semakin yakin bahwa there's no things such as GAK ADA/GAK PUNYA PILIHAN. Branson adalah satu diantara sekian juta orang yang percaya bahwa selalu ada pilihan.

Ketika Virgin Records-nya sedang di ambang kebangkrutan, banyak orang yang bilang Branson gak punya pilihan lain selain menjual perusahaan rekaman kesayangannya itu.
Memang akhirnya Branson menjual Virgin pada EMI. Tapi menurut saya itu bukan karena dia gak punya pilihan lain, dia justru menjual Virgin Records karena ia memilih untuk melakukan hal lainnya, yang adalah mengembangkan perusahaan penerbangan Virgin Atlantic Airways miliknya yang waktu itu mengalami kesulitan karena trik bisnis licik dari perusahaan penerbangan British Airways, dan melebarkan jaring-jaringnya di dunia bisnis, science, and technology, mulai dari bikin Virgin Galactic (space tourism), Virgin Mobile, Virgin Media, Virgin Fuels, Virgin Comics, Virgin Health Bank, dan Virgin Earth Challange.

Jadi, ketika orang bilang Branson gak punya pilihan lain selain menjual Virgin Records atau bangkrut, ia membuktikan bahwa semuanya salah. Buat Branson, bankruptcy was never an option, setidaknya untuk seorang Branson. Namun menjual Virgin Records bukanlah sebuah pilihan yang terpaksa, karena Branson telah memilih untuk mencoba bisnis di bidang lainnya.

Jadi, demi semangat PEMILU 2009 dan kemerdekaan RI yang ke-63,
bagi yang merasa (telah) merdeka,
silahkan bebas memilih pilihan yang membebaskan dari keterpaksaan

HIDUP ENDONESA! MERDEKA!!!

Tuesday, August 12, 2008

Untuk Sebuah Penantian

Merelakan sesuatu bukan suatu hal yang mudah...
Jadi ketika teman-teman saya bilang, "Just let it go", saya pun hanya mengiyakan di mulut saja...
hati saya berkata lain, hati saya ingin ia kembali (makan deh tuh hati Dis! emang lo bisa idup cuma bermodal hati doang, coba dong di pikir pake otak!!!)

Ketika teman saya yang juga temannya bilang, "Jangan terlalu dipikirin, Dis, gw kasian sama lo-nya", saya juga hanya mengiyakan..
yah..lately I just lost words..cuma bisa bilang iya dan nggak..
Pengen banget gak terlalu mikirin, tapi tanpa saya pikirin pun toh dia slalu ada di kepala dan hati saya, lekat di sana, apapun yang saya lakukan dan sedang bersama siapapun saya, dia gak pernah sedikit pun lepas dari ingatan (remember Ingat Kamu?, lagunya Maia yang malesin banget itu, kan?), ya gitu itu deh yang saya rasain..., saya rasain sampe mungkin nanti akhirnya saya mati rasa...

Ketika teman lainnya bilang, "Lo nungguin apa sih, Dis?" kali ini saya tidak mengiyakan..
saya ingin sekali berhenti menanti..tapi saya gak yakin apakah saya memang benar-benar ingin berhenti menanti?
Semakin besar keinginan saya untuk berhenti menanti, sebesar itu pula keinginan saya untuk tetap menanti..
mungkin saya sedang menanti yang tidak pasti
mungkin saya menanti yang tidak akan pernah lagi kembali..
yang jelas, saya gak bisa mengingkari hati kecil saya, yang memang masih menantinya kembali..

Sebelum smuanya bermula, satu waktu saya pernah bilang padanya, "Aku gak mau sakit hati lagi, Man..".
Dia bilang "Siapa yang mau nyakitin kamu, Dis..?".
Lalu ia meminta saya untuk memberinya WAKTU...
saya pun memberinya WAKTU yang ia minta...
sampai saat ini, WAKTU itu pun masih miliknya..walau ia mungkin sudah tidak lagi membutuhkannya, sudah tidak lagi menginginkannya...
Tapi WAKTU itu masih saya berikan untuknya...

Dan perlahan..dengan keyakinan saya akan perasaannya, saya pun mulai membuka hati saya yang selama ini saya bungkus rapi dan sangat hati-hati, karena banyak luka di sana...sedikit saja goresan atau benturan bisa membuatnya hancur berantakan lagi...
Perlahan, dengan membangun kepercayaan yang bertahap padanya, saya pun memberikan hati saya kepadanya, untuk dia jaga...
saya berharap ia tidak akan pernah menyakitinya, seperti janjinya dulu, dia pernah berjanji, kan? ketika saya bilang "Aku gak mau sakit hati lagi, Man.." dia pun berjanji "Siapa yang mau nyakitin kamu, Dis..?".

Maka saya serahkan hati saya padanya...
Tapi saya lupa bahwa ia sangat pelupa, harusnya saya memberikan hati saya dalam sebuah kotak yang bertuliskan "FRAGILE, PLEASE HANDLE WITH CARE", agar ia selalu ingat untuk tidak menyakiti hati saya..
Dan ketika akhirnya dia membuat hati itu kembali menjadi kepingan, saya sama sekali tidak bisa menyalahkannya..
Adalah saya.., saya yang memutuskan untuk menyerahkan hati saya padanya..
Apakah ia pernah memintanya? mungkin slama ini ia tidak pernah memintanya...
mungkin smua hanya perasaan saya saja...
ia sudah punya hati yang lain, kan?
Jadi buat apa ia menginginkan hati saya juga..?

saya bukannya baru sekali patah hati
sering..dan akhirnya toh sembuh juga..

but nothing like this before..


biasanya selalu ada keping hati yang tersisa
untuk saya simpan dan rawat kembali...
Sekarang berbeda..
Saya sudah tidak punya lagi keping hati yang tersisa..
smuanya sudah saya serahkan untuknya, padanya...
saya tidak punya lagi sisa hati untuk di bagi dengan siapapun...
smuanya sudah saya berikan padanya...

saya menantinya
karena saya sudah memberikan seluruh waktu dan hati saya
untuknya...

Satu malam ia mengirim sebuah sms yang saya anggap sebagai sms hiburan, katanya "Sepertinya ada kata yang hilang ya? Tapi biarlah nanti pasti ketemu lagi deh".

Kata itu gak pernah hilang, Man..
Kata itu masih dan selalu ada di hati
Kamu gak akan pernah kehilangan kata itu...
Aku yang kehilangan..
Kehilangan kata itu, kehilangan sekotak penuh cinta, kehilangan seluruh bagian hatiku,
dan kehilangan kamu....


Thanks a bunch buat Shanty
Shan, FOTO SAAT ITU udah gw cetak...
I start talking to a photograph...bukan hal yang sulit ternyata, secara I get used to talk to a microphone, with no one around, cuma berteman mixer dan headphone, ya kan? I'm still pretty good at it :)





Monday, August 11, 2008

DIA...

Dia...

Dia yang gak bisa makan pake tangan
Dia..yang paling gak tahan tangannya kotor...
Dia penyuka warna hitam, putih, dan biru...
Dia yang gak suka warna abu-abu
Dia yang rajin jogging dan basket
Dia yang paling sering kehilangan dompet dan kacamata...
Dia yang sangat menyukai Kikan 'n the gank dan mengagumi Dian Sastro...
Dia yang selalu ngantuk berat di jam 10-11 malam, tapi bisa melek sampe pagi kalo dia berhasil mengalahkan rasa kantuknya...
Dia...yang selalu memesan es teh walaupun lagi flu..
Dia..yang kalo tidur selalu men-silent hp.nya
Dia...yang sering lupa men-charge hp.nya kalo mau pergi-pergian...
Dia..yang sering lupa dimana menyimpan kartu-kartu GSM-nya yang banyak itu
Dia yang gak pernah inget nomor hp.nya sendiri..
Dia yang sering menelepon saya sambil meminum sekotak susu ultra coklat
Dia yang kalo malem gak bisa nyetir tanpa kacamata...
Dia yang gak ngerokok...
Dia..yang gak punya empedu lagi..
Dia..yang sayang sekali sama adik perempuannya...

Dia..yang lebih sering melihat saya dengan wajah baru bangun tidur dan belum mandi...
Dia..yang pernah rela menahan kantuk sampe jam 3 pagi gara-gara saya gak brenti ngoceh..
Dia...yang rela berdiri seharian di mall sampe pegal demi nemenin saya kerja
Dia..yang terpaksa batal jemput adik kesayangannya pulang gara-gara ngejagain saya seharian..
Dia yang selalu menyempatkan menelpon saya walaupun dia sedang jalan bersama teman-temannya..
Dia..yang kadang membuat saya merasa sedang bertelpon 3 party (banyak party malah) karena bukan hanya dia yang ngobrol sama saya, temennya juga ikutan ngobrol...
Dia..yang selalu membuat saya khawatir karena sering sms-an dan telponan sambil bawa motor..

Dia yang selalu pamit dan ngabarin mau pergi kemana hari ini
Dia..yang gak pernah bosen membujuk saya supaya rajin mandi pagi
Dia..yang gak pernah lupa nelpon saya menjelang tidur...
Dia..yang rajin bangunin saya subuh-subuh...
Dia yang ngajarin saya photo sharing dan bikinin avatar saya...

Dia yang sabar membujuk saya ketika saya marah padanya...
Dia yang gak pernah marah sama saya...
Dia yang membuat saya register simpati talkmania ketika saya sangat kangen padanya...
Dia...yang membuat saya harus menengadahkan wajah saya ketika berbicara dengannya (dia tinggi sekali...)
Dia...yang selalu menggenggam tangan saya ketika kami jalan bersisian...
Dia..yang memeluk pinggang saya dan mendekapkan kepala saya di bahunya ketika saya lelah...
Dia yang maksain nganter saya kesana kemari walopun lagi gak enak badan
Dia...yang sering membelai lembut rambut halus di dahi dan pelipis saya ketika kami sedang ngobrol...
Dia yang membuat saya merasa aman, nyaman dan tenang setiap dia menatap, menggenggam tangan dan memeluk saya...


Dia...yang hanya dalam waktu seminggu membuat saya jatuh sayang padanya..
Dia yang tiap hari perlahan tapi pasti membuat saya semakin sayang padanya...
Dia..yang memberikan kado ulang tahun terindah buat saya, sekotak penuh cinta...
Dia..yang mengambil kembali sekotak penuh cinta itu...

Dia...yang masih sangat saya sayangi sampai detik ini...

Hilang

Hari ini saya merasakan kehilangan yang sangat nyata...
Entahlah...bahkan saya tidak menghitung sudah berapa lama saya berteman tissue dan pain killer (yang ternyata tidak mampu meredakan rasa sakit pada luka saya...)
Mungkin akan lebih baik bila saya bertemankan tissue dan pain killer itu sekitar sebulan lebih awal, bukannya sekarang...
Mungkin bila terjadi sebulan lebih awal, saya tidak akan bangun tiap pagi bertemankan dua tea bags dingin untuk mengompres kelopak mata saya yang tiap malam membengkak menutupi hampir setengah bola mata saya...

Saya bukannya baru sekali patah hati...
smua pada akhirnya sembuh juga

but nothing like this...

entahlah...
yang pasti dia tidak merasakan sakit dan kehilangan seperti yang saya rasakan...
karena dia masih punya satu lagi...


Tuesday, August 5, 2008

TERIMA KASIH TEMAN

Hampir semingguan ini saya mengalami kram jempol, mungkin kalo saya berdomisili di Inggris saya udah masuk klinik rehabilitasi bagi mreka yang mengalami gangguan syaraf jari tangannya gara-gara kecanduan sms, apa sih mana kliniknya, saya lupa hehe...

Well..sbenernya saya bukan seorang sms addict, cuma mungkin ini efek dari sms-sms semingguan ini yang panjangnya bisa dimuat jadi cerbung di majalah hehe.., maka penuhlah outbox saya, hehe..can't hardly imagine apa yang terjadi dengan inbox hp temen yang menampung 'cerbung' saya itu ;p

Sms 'cerbung' itu hanya saya kirim ke-4 nomer
dan ini adalah reply sms mreka, yang jadi penguat saya ketika saya mulai merapuh

SHANTY :
"Kalo dia emang menghargai perasaanmu, mestinya dia memperjuangkanmu dan ga akan membiarkanmu pergi kan? Tapi kalo itu tidak terjadi, there will be another lucky guy who respect your feeling better..uhmm...buat sementara, aku akan menemanimu melewati hari-hari dengan rasa yang mengesalkan itu, Dis. You'll surely get over this ;) yah aku kan juga pernah di posisi ga bisa memutuskan, ga bisa memilih. Aku ga ngerti dia gimana ya, yang aku tau dia udah nyakitin hati temenku. Tapi kan temenku juga udah memilih untuk jatuh cinta, yang salah satu resikonya ya sakit, namanya juga jatuh :)"


FEBRI :
"Ya ampun Dis, sabar ya, mungkin ini yang terbaek buat lo, Dis lo cuma butuh tenang, gw aja sampe skarang masi heran dia bisa segitunya, tapi udahlah lo ga bisa gini terus Dis, udah ada jalannya :("


IAN :
"I wish I could make you feel better, gw cuma bisa bilang, nangis Dis, nangis sampe lo puas! trus bangun, bangun hidup lo!"


(uhm..khusus best friend saya yang satu ini (Ian), dia tidak hanya mengirim sms, tapi juga menyempatkan diri menelpon saya ketika dia lagi periksa gigi di klinik)


IAN
on the phone : "!!!@#$$?%#@ ....untung gw ga ktemu orangnya, kalo ada di depan gw skarang udah gw tabok-tabok deh!!!"

(hehe..mungkin sakit giginya lumayan parah ya? jadi emosinya dobel)


DONNY :
"Dis, sama kayak gw, lo suka makan kan?. Tapi kalo di suruh makan bawangnya aja ato jahenya aja pasti lo ga mau, soalnya pasti rasanya ga enak. Lo maunya komplit kan? Lo juga pasti ga mau makan makanan mentah, maunya yang udah di olah. Jadi, gw cuma mo bilang, jangan terlalu seneng kalo ketemu madu, tapi juga jangan antipati kalo ketemu cengkeh. Smuanya lo butuhin dalam porsinya masing-masing supaya suatu saat nanti lo bisa mengolah makanan enak a la Adhis yang cuma lo yang tau gimana bikinnya karena orang laen ga tau ingredients-nya".


Terima kasih teman...atas smua waktu yang terbuang (smoga ga sia-sia) dan smua energi yang tercurah..luv u all...




Friday, August 1, 2008

Pagi Hari Ini...

Setelah postingan yang saya tulis kemarin, yang berjudul Bleeding Soundtracks dan Sekotak Penuh Cinta, Panggung Sandiwara & Serupa Tapi Tak Sama, saya pikir saya harus mengistirahatkan kepala dan hati saya untuk sementara, tapi ternyata sulit...isi kepala dan hati saya meluap minta di keluarkan...terlalu sesak bwat di simpan tanpa di ungkapkan...

Maka pagi ini saya pun menulis lagi...
Hari ini Jum'at...ada yang berbeda, biasanya tiap Jum'at ada sebuah sms yang selalu saya kirim ke sebuah no.hp sebelum jum'atan, ke no.hp-nya...
Dan Jum'at ini adalah Jum'at pertama saya tidak lagi mengirim sms itu...

Pagi ini saya awali dengan memutar lagu di playlist walkman phone saya..
hanya sebuah lagu saja, yang hampir sebulan ini jadi ringtone hp saya...
Can I Walk With You-nya India Arie...
there's something about this song, saya suka banget...saking cintanya saya sampe bertekad I should have it played on my wedding day...
biasanya ringtone itu selalu berdering before I went to sleep and woke me up early in the morning...
selalu suara yang sama yang saya dengar di ujung sana..
the voice I miss the most..suara yang sangat saya rindukan
ini hari ke-empat suara itu tidak lagi menyapa saya di malam dan pagi hari...

..saya sangat rindu mendengar suaranya lagi..

bahkan ga ada sebuah foto pun untuk bisa sedikit menawar kerinduan saya...
saya slalu berfikir we'll seeing each other again, toh kita udah komit untuk long distance..
sbelumnya saya bahkan berencana untuk menemuinya bulan Agustus ini..
jadi ketika bulan lalu dia menemui saya di Bogor saya gak berfikir sedikitpun untuk berfoto dengannya...

saya gak pernah berfikir bahwa ketika saya mengantarnya ke terminal untuk pulang ke jogja, itu akan jadi trakhir kali saya pernah melihatnya...
saya bahkan ga punya keberanian untuk memeluknya seperti saat saya memberikan pelukan perpisahan ketika dia mengantar saya ke bandara Adisucipto...
dan di terminal itu, ketika dia mencium kening saya, saya membalasnya dengan mencium tangannya, untuk pertama kalinya (dan ternyata jadi yg trakhir kali juga)
mencium tangan yang biasa saya genggam erat...

ketika saya pamitan di bandara jogja saya merasa separuh dari saya tinggal bersamanya.
saya merasa kehilangan...
dan giliran dia yang pamitan di terminal bogor..saya merasakan kehilangan yang sama skali lagi...separuh dari saya ikut pergi bersamanya..
jarak dan waktu memang nyata adanya...

pagi ini...
sambil meneguk secangkir teh manis panas..
ingatan saya melayang ke sebuah episode serial Grey's Anatomy, jalan ceritanya a bit similar to what I've just went through...walopun ga persis sama

Meredith Grey, seorang dokter magang, jatuh cinta sama dokter seniornya, ternyata Derek juga punya prasaan yg sama, dan mreka pun mulai nge-date, yang Meredith ga tau adalah bahwa Derek punya istri, Addison..seorang dokter juga yang praktek di luar kota...so the mess begins ketika Addison pindah ke kota yg sama dan mulai bekerja di rumah sakit dimana Meredith dan Derek bekerja

Meredith yang udah terlanjur sayang (memes bgt yak? ;p) pun akhirnya memutuskan untuk berteman saja, sementara Derek 'n Addison try to save their marriage. Addison pun ngotot mempertahankan hubungannya dengan Derek. Sampai suatu waktu Meredith memutuskan untuk mulai dating dengan dokter hewan yg temennya Derek, dan Derek marah...mreka tengkar, smua emosi meledak dalam bentuk kemarahan bercampur kesedihan,

Meredith bilang "When I met you, I thought you're the one I want to spend the rest of my life with..but you left me, you chose Addison..."

...waktu itu saya ngebatin what if the same thing ever happen to me?..
kalo saya mengalami hal yang sama, what would I do, how would I react?
ga lama kemudian ternyata... it did happen to me...
bedanya, gak ada pertengkaran, saya ga merasakan sedikit kemarahan pun, ga ada setitik kebencian pun...

ga ada satu orang pun yang bisa ngrasain apa yang saya rasa saat ini
hanya ada 2 hal yg saya rasakan pasti...
kepedihan yang mendalam dan rasa sayang yang mendalam juga hanya untuk dia...

Saya telah memilih untuk mencintainya
dan dia juga sudah memilih
he left me, he chose her...

untuk yang satu ini saya memang egois...saya ga mau berbagi
saya hanya ingin rasa sayangnya hanya untuk saya
dan saya rasa sebesar apapun perasaan dan keinginan saya untuk tetap bersamanya, yang saya katakan atau lakukan, tidak akan bisa menahan kepergiannya bila dia sudah memutuskan...

Jujur.. sampai detik ini saya masih sangat..sangat menyayanginya, saya kangen mengatakan padanya bahwa saya sangat sayang padanya...

mungkin saya emosional...gak logis (untuk tidak mengakui bahwa saya bodoh hehe)
namun bila dia merubah keputusannya, saya dengan lapang hati menerimanya lagi,
saya bersedia kembali ke genggamannya...bersamanya..di sisinya...

pagi ini...
saya awali dengan memutar Can I Walk With You-nya India Arie....
..dan pagi ini saya jadi semakin sayang padanya...

I woke up this morning you were the first thing on my mind
I don't know were it came from all I know is I need you in my life
You make me feel like I can be a better woman
If you just say you wanna take this friendship to another place

Can I walk with you through your life
Can I lay with you as your wife
Can I be your friend 'till the end
Can I walk with you through your life

You've got me wondering if you know that I am wondering about you.
This feeling is so strong that I can't imagine you're not feeling it too.
You've known me long enough to trust that I want what's best for you.
If you want to be happy then I am the one that you should give your heart to.

Now everyday ain't gonna be like the summers day.
Being in love it really ain't like the movies screen.
But I can tell you all the drama aside you
And I can find what the worlds been looking for forever.
Friendship and love together.

Can I walk with you in your life?
Till the day that the world stops spinning.
Can I walk with you in your life?
Till the day that my heart stops beating.
Can I walk with you in your life?
Can I walk with you
Till the day that the birds no longer take flight
Till the moon is underwater
Can I walk with you
Can I walk with you

This is the moment I've been waiting for
Can I walk with you
Can I walk with you
Can I walk with you

You are everything I've been looking for
Can I walk with you
Creative intellectual
Can I walk with you
Can I walk with you as your wife


Thursday, July 31, 2008

Sekotak Penuh Cinta, Panggung Sandiwara, dan Serupa Tapi Tak Sama

SEKOTAK PENUH CINTA

Tahun ini hadiah ulang tahun terindah buat saya adalah sekotak penuh cinta...
Yang berbunga tiap detiknya, yang ingin saya jaga sepenuh jiwa...
namun ternyata...kemarin saya tengok kotak penuh cinta itu

...jangankan isinya (cinta) saya bahkan tidak bisa melihat dan menemukan kotaknya
namun entah mengapa seolah-olah saya masih merasakan ketulusan dan kehangatan sekotak penuh cinta itu...
dan saya berharap itu nyata..bukan hanya seolah-olah..

saya pernah bilang sama teman saya..sepertinya too good to be true kalo sekotak penuh cinta itu di peruntukan buat saya, bahasa sastranya saya bagai pungguk merindukan bulan...
...mungkin sekotak penuh cinta itu memang hanya pinjaman sementara, dan kini sudah kembali pada pemilik sejatinya
...mungkin juga sekotak penuh cinta itu hanya sebuah paket yang salah alamat, dan sekotak penuh cinta itu baru menyadari bahwa bukan di hati saya ia ingin berlabuh...
...atau mungkin saya hanya bermimpi, slama ini mungkin kotak penuh cinta itu gak pernah ada

saya sangat merindukan sekotak penuh cinta itu...
saya ingin menyentuhnya
saya ingin mendekapnya erat
menyayanginya sepenuh hati saya...

Ya Allah...saya ingin merasakan lagi kehangatan dan ketulusan sekotak penuh cinta itu....


PANGGUNG SANDIWARA

Kalo dunia ini memang panggung sandiwara dan kita adalah aktor dan aktris yang bermain di dalamnya, maka memang ceritanya mudah berubah, atau malah skenarionya tetap sama hanya saja dengan pemain yang berbeda-beda layaknya sinetron di tv-tv itu...
mengutip lirik lagu Panggung Sandiwara, ada peran wajar dan ada peran berpura-pura...
insyaallah peran yang slama ini saya jalanin adalah peran wajar bukan peran berpura-pura.
Buat saya jujur adalah penting, bukan karena saya berprinsip lebih baik jujur walo harus sakit hati daripada di bohongin mentah-mentah, bukan...
ya jelas mendingan ga di bohongin dari awal dong, biar ga sakit hati hehe
Saya menjunjung tinggi kejujuran, karena cuma itu harta berharga yang saya punya, karena cuma orang munafik yang ga jujur, dan saya gak mau jadi orang munafik...

mas widjayanto bilang ada 3 ciri orang munafik:

1. Kalo berjanji dia ingkar
2. Kalo di percaya dia khianat
3. Kalo bicara dia bohong

dahsyat yah kualifikasi jadi orang munafik? ;p
hehe, jadi inget pelajaran agama islam jaman SD dulu

oke..mari kita kembali ke panggung sandiwara tadi, skenario yang baru saya alami berjudul Long Distance Relationship. Seseorang yang LDR-an sama saya bilang bahwa kunci LDR adalah PERCAYA, kalo ga percayaan bisa capek sendiri, dia juga berprinsip kalo dia ga mau pasangannya di sana ga macem-macem, dia juga di sini ga bakal macem-macem. Terdenger indah di telinga yah?
Saya yang sedang ingin mencoba LDR punya rumus lain, kuncinya adalah KEJUJURAN dan KOMUNIKASI, karena kepercayaan bukan hal yang hocus focus abrakadabra, tetapi di bangun lewat kejujuran...
Singkat kata saya berusaha membangun kepercayaan saya padanya, pada kita...

Masih menurutnya, ketika dia memilih LDR-an sama saya , dia bilang dia skarang hanya mau bismillah aja...
semoga waktu itu dia mengucap bismillah untuk niat yang baik...
bismillah hendaknya untuk memulai sesuatu yang baik dan indah bukan?

Ya Allah skarang saya yang mau bismillah...
untuk smua hal yang akan datang dalam hidup saya...


SERUPA TAPI TAK SAMA

Ada 2 pria yang pernah hadir dalam hidup saya, sebut saja si A+ dan A++
persamaaannya adalah mreka sama-sama datang dan pergi begitu saja (kayak lagunya Letto ;p kekeke), membuat saya jatuh sayang, dan pergi dari saya dengan cara yang kurang lebih sama...
...begitu saja...lucunya mreka sama-sama meninggalkan saya menjelang wisuda...

adapun bedanya...

A+ ga pernah bilang dia sayang sama saya, gak memacari saya dan ga pernah minta saya jadi PW-nya pas wisuda
smentara A++ katanya menyayangi saya dan sayangnya smakin hari smakin dalam, memacari saya dan meminta saya jadi PW-nya...

A+ dari awal bilang kalau dia adalah orang yang gak bisa di percaya
smentara A++ mati-matian berusaha membuat saya percaya padanya, pada kita...

A+ gak pernah menjanjikan apapun pada saya
A++ menjanjikan banyak hal, ada satu hal yang saya ingin percaya dan pegang sampai skarang, waktu itu dia menelpon saya dari kereta, dia bilang ".....pegang omongan gw dis" dia juga meng-sms saya dengan isi yang sama, agar saya memegang omongannya, lebih tepatnya janjinya

A+ menelpon saya, berakhir dengan percakapan lebih dari sejam, dengan kejujuran bahwa dia menganggap saya tidak lebih dari seorang kakak, di awali dan akhiri dengan salam
A++ menelpon saya, berakhir dengan percakapan hanya kurang lebih 5 menit saja, dengan pengakuan bahwa saya hanya emosi sesaatnya...tanpa salam di awal dan akhir seperti yang biasa dilakukannya...

Saya marah pada A+
Sementara pada A++...saya gak merasakan sedikitpun emosi dalam bentuk kemarahan..
yang saya rasakan adalah luka perih dan sedih luar biasa...
Saat dengan A+ yang terkena adalah ego saya, harga diri saya, itulah mengapa saya marah
Dengan A++ yang terkoyak adalah kepercayaan, hati dan sluruh perasaan penuh sayang dan cinta saya untuknya...

Saya pada akhirnya memaafkan A+ jauh sebelum saya akhirnya bertemu A++
forgiven but not forgotten, kesannya ga ikhlas yah...
ya gimana ya..buat saya forgiven and forgotten just don't come in one package. Seperti yang saya tulis di postingan berjudul Hati-Hati Dengan Hati, the pain finally gone away, but the scar remains, lukanya perlahan menghilang tapi bekasnya tetap ada di sana, dan kalo kita kebetulan menengoknya, kita tau apa yg menyebabkan luka itu ada di sana...

Sementara dengan A++...saya masih sangat menyayanginya....

Mungkin ada sakit hati yang saya rasakan, tapi skali lagi saya mengutip kata-kata bijak mas widjayanto sewaktu siaran aqidah bareng saya, dia bilang sakit hati itu seperti sampah, dan kalo kita menumpuk sakit hati itu terus menerus, maka seperti halnya sampah, ia akan membusuk..

Ya Allah...saya sedang berusaha ikhlas agar saya tidak merasakan sakit hati itu
saya gak mau membuat hati saya busuk dan berbau...
sungguh...saya masih ingin hati saya merasakan keindahan dari sayang dan cinta
saya ingin hati saya masih bisa memberi keindahan dengan ketulusan sayang dan cinta...
saya gak mau hati saya membusuk dan kemudian mati...

Ya Allah...sekali lagi saya mengucap bismillah..
untuk memulai sesuatu yang indah...
dan untuk sekotak penuh cinta...
kapanpun saya akan mendapatkannya...
seperti yang dia pernah katakan smua indah pada waktunya...