Thursday, March 6, 2008

MAKSUDNYA?

Gini loh...para pria bilang wanita itu complicated, bilang A padahal maksudnya B (masa sih? sebagai wanita saya ngrasa ga se-complicated itu ;p) well, lagian kayaknya pria juga sama aja, bilang C maksudnya sih D

So ladies, masi bingung apa makna di balik kata-kata pria?
this may help you decode what his cutting lines truly mean ;p (saya copy dari artikel di Yahoo! by David Zinczenko)

Dia bilang IT'S NOT ME, IT'S YOU
Maksudnya "It's not me, it's you."

One-third of men admit that they're lying when they blame themselves for the demise of the relationship. Of course, they're trying to soften the blow a bit - to ensure that you know you're a great person, a caring person, a person who's perfectly right... for someone else. After all, if you were the right one (for him), it wouldn't matter whether his mind was somewhere in Iceland; he'd find a way to make it work.

Dia bilang I'M NOT READY FOR A RELATIONSHIP RIGHT NOW
Maksudnya "Whoa baby, slow down!"

Most guys - though they can come off as more desperate than a brewhound in a dry county - take their time testing the relationship waters. If a woman comes on too fast - with talk of futures, or of how she's never felt this way before - then the man often will be likely to retreat. Fast. It's not that he's not ready for a relationship; it's just that he's not ready to decide whether "Mony Mony" should be in the second or third set of the reception playlist.

Dia bilang CAN I CALL YOU SOMETIME?
Maksudnya "If you're ever lonely at 3 a.m. on a Saturday night...."

Well, he may or may not be that crass, but he is trying to keep the door cracked. If he's the one who's doing the ditching, then he's (unfairly, mind you) trying to lead you to believe that a break will strengthen the possibilities of some kind of rekindled romance in the future. If he's the victim, then he's trying to hang onto any slim chance he may have in the future with you (or possibly one of your friends).

Dia bilang I STILL CARE ABOUT YOU
Maksudnya "Please don't tell your friends I'm a jerk."

Truth is, he probably does care about you. Still cares that you do well, that you find someone, that you get what you want in life. But what he's also saying is, please don't tell all your friends to cross me off their lists. The relationship may be broken, but it's a pretty big concern that his reputation remains intact.

yak, teman-teman, demikian kalimat sakti yang jadi andalan para pria untuk menghindari hubungan yg lebih serius atau mo mutusin pasangannya, mengingatkan anda pada.......(silakan isi titik-titiknya dengan nama pria yang anda kenal he he ;p )

Thursday, February 28, 2008

SOTO KEPARAT



Buat saya, makanan adalah surga dunia
Yang namanya surga ga ada yang ga enak (padahal blum pernah juga tinggal di surga he he, tapi begitulah yang sering di bilang sama Ustadz Wijayanto, halo mas..kapan siaran tv lagi ;p)
So, buat saya cuma ada 2 jenis makanan, ENAK dan ENAK BANGET (halal ga halal itu beda soal yah he he, tapi sampe detik ini blum pernah nyoba yg ga halal tuh)

Jadi ga usah heran kalo untuk urusan makan, saya yang tinggal di Jogja Utara bisa niat jauh-jauh jalan ke 3 penjuru mata angin lainnya, cuma buat nyari sepiring makanan. Sungguh perjuangan yang tak mudah buat seseorang yang cacat arah seperti saya. Bisa di pastikan kalo tempat yang saya tuju bukan termasuk daerah kekuasaan saya, maka nyasarlah saya in the middle of no where. Parahnya walopun udah berkali-kali ke tempat yg di maksud, saya masih aja sering sesat. Apalagi kalo tempatnya blusukan lewat gang sempit, pake belok sana sini berkali-kali, wuiih..bisa mati sesat kelaperan saya. Makanya saya suka takjub bin heran kalo ada temen ngajakin makan di tempat yang buat saya antah brantah banget, koq ya bisa-bisanya dia nemu tu tempat? pasti nyarinya pake usaha, kan? kecuali dia punya 'pintu kemana saja'-nya Doraemon atau dia one of the Jumpers kayak Hayden Christensen *ngayal mode on*

Dan inilah salah satu hasil petualangan kuliner kami..
sebuah warung soto Jawa Timuran di tepi rawa Sonopakis (itungannya masi patangpuluhan ga yah?). Katanya sih, dia udah sering lewat tu warung, tapi blum pernah mampir, dan di suatu siang dia ngajakin saya jadi lunch partner-nya. Warungnya sederhana, sesuai dengan alamatnya (tepi rawa Sonopakis), ni warung emang di bangun di tepi rawa, bangunannya tergolong eco-friendly, dari bata merah beratap kayu dan daun rumbia dengan pintu masuk agak mirip iglo. Di samping terparkir mercy tua (modelnya yg biasa di pake RI 1 taun 45-an), sementara di sebrang jalan teronggok VW Beetle item kalah perang (cuma rangkanya aja). Uhmm..pemandangan yg menarik

Begitu masuk lalu duduk, saya pun mulai clingak-clinguk, nyari cecunguk? hehe, nggak lah, saya nyari nama sotonya, biasanya kalo yg punya sadar branding , mreka pasti nulis merk dagangnya se-gede-gede apaan tau deh (gaban ama bagong aja kalah gede ;p). Misalnya: soto dan sate kaki lima di depan gedung Wanitatama yang entah kongsian atau malah suami istri, dengan kesadaran branding yang cukup memadai memakai nama SOTO SAPI BAKAR Hj.HABIBAH & SATE CAK H.KOWI plus foto mreka berdua yang bersanding mesra sambil tertawa ceria dalam ukuran medium, full color !!!

Cukup lama clingukan tanpa hasil, kami pun mulai menebak-nebak (ga pake buah manggis)
Jhe: "ni soto beneran ga punya nama, yah?
Saya: "soto sonopakis kali?"
Jhe: "Eh..eh kayaknya soto Peterpan, deh"
Saya: "Heh?"
Jhe pun menunjuk spanduk yang menempel di dinding depan, bertuliskan:

SOTO JAWA TIMUR "ADA APA DENGANMU"


Saya: "Hihihi, knapa ga skalian soto BOOMERANG aja?, biar lebih brasa Jawa Timur-nya, PETERPAN mah sunda ajah"

Sambil ngobrol, kami pun melayangkan pandangan ke berbagai arah, sampai akhirnya mentok ke dinding sebrang warung, yang ternyata juga di tempelin spanduk, tulisannya:

CERDAS ITU SOTO JAWA TIMUR

Kekekeke...smakin ga jelas ni soto...maksudnya apaan coba? soto jawa timur bikin cerdas? orang cerdas makannya soto jawa timur? *wdezigh!!!*
Wahai sodara-sodara setelah kami amati benar, masi ada satu spanduk di dinding samping luar tempat parkir, tulisannya:

DJIANCUK!, SOTO JAWA TIMUR UENAK TENAN!!!

*dubrak!@#$* hwahaha spekta banget ni soto, ga punya nama tapi spanduknya cukup nendang!, nonjok! I mean, baru kali ini saya nemu kata-kata makian dipake bwat sarana promosi, djiancuk...djiancuk... hehe

Well guys, gara-gara spanduk djiancuk itu, kami pun sepakat (just between two of us) menamakannya SOTO KEPARAT! (hasil translasi bebas kami atas kata djiancuk ;p)


...sayang..terakhir kali kami makan di sana, kami tak lagi melihat VW Beetle item dan mercy tua nya, smua spanduk juga udah turun tahta, namun kini di kaca warung yang tidak seberapa besar yg warnanya nyaris buram itu, tertempel poster seukuran buku gambar A4 bergambar semangkuk soto dan tulisan SOTO DJIANCUK - JAWA TIMUR serta tak lupa alamat lengkap, tepi rawa sonopakis....












Tuesday, February 26, 2008

Bayu oh Bayu, Which Bayu Are You?



Jreng jreeeeng!!! dengan postingan ini, I'm officially declaring this week as MINGGU SIAPA YANG MANA DIA?


Saya memang benar-benar harus meng-up grade kapasitas memori saya. Ibaratnya kutukan, kejadian 'siapa dia yah' di Gale kmaren siang, saya alami lagi di waktu malam. Cuma rada beda versi aja, kalo di Gale inget tampang ga inget nama, nah kjadian tadi malem saya tau nama orangnya tapi ga inget tampangnya.

on the phone 9.37 pm

dia: "Halo?"
saya: "Ya, halo"
dia: "Ini adhis, yah?"
saya: "Iya, maaf ini siapa yah?"
dia: "Aku Bayu, temennya Dian, Dian-nya RYP"
saya: "Ouw, temennya Dian?" (nada mengambang tanda ragu nyaris tak tau, Dian sih kenal, tapi Bayu yg temennya Dian,
have no clue at all deh, maap ya mas no hard feeling, loh, peace...)
dia: "Lupa yah? kita sempet knalan pas lebaran kmaren, waktu nonton rame-rame di BTM"
saya: "Oh ya, bayu yang itu, inget inget"

sumpah sodara-sodari, saya ga inget total!!! he he, untungnya dia percaya aja, untung dia ga nyoba nge-tes kadar ingatan saya dengan menanyakan "emang waktu itu kita nonton film apa hayo?" atau dia nanya "gw yg mana hayoo, item ato putih, kurus atau tinggi?", duuuh..bisa berabe, kan? ;p. Sebelum urusannya makin ribet, saya pun berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik yg pastinya kita sama-sama tau. Maka saya tanyakan saja kabarnya si Dian.

saya: "Eh, Dian gimana kabarnya?"
dia: "bulan depan siap married tuh, eh sbenernya aku mo ngrepotin nih, boleh ga yah?

eh eh? situ ga sadar apa? dengan nelpon saya yg sama skali ga inget situ siapa yg mana, itu artinya secara ga langsung situ udah sukses ngrepotin saya!.

saya: "gimana, gimana?"
dia: "gini, kira-kira kamu punya rekomendasi tempat di jogja yg bisa di bwat garden party ga? mo pake buat wedding
saya: "uhm..ada, banyak, tapi kalo alamat sama no.telp-nya aku ga ada, bisa di cariin sih, tar aku tanya temen-temenku deh, besok pagi aku sms-in aja, gimana?"
dia: "oke deh, thanks banget yah, maaf udah nelpon malem-malem, pake ngrepotin lagi"
saya: "Ya ya, salam buat Dian yah"

what a nite...eiits..what a day, ding...
ga siang ga malem terpaksa dealing with The I-Don't-Really-Know-Who-You-Are people dan The I-Can't-Hardly-Remember-Who-You-Are people, fiuuh...sungguh melelahkan palagi dalam kondisi otak yang menolak untuk dikaryakan. Selagi saya berusaha mengingat rupa the just called me Bayu, saya jadi inget sama Bayu yang laen yang sampe skarang pun saya ga inget mukanya bahkan juga ga inget kalo kita pernah kenalan.

Waktu itu skitar bulan Juli atau Agustus, kira-kira begini situasinya (ga yakin nih..uda lama sih) malem, mungkin skitar jam 22 atau 23, sms masuk ke hp saya

message received
dia: Dhis, kamu kenal Bayu ga? katanya dia kenal kamu di Geronimo
message sent
saya: Bayu? waa..yg mana yah? Bayu Kribo? itu sih junior ku, partner ngedit Rabu Rock gitu, anak MMTC, kan?
message received
dia: bukan, tapi dia bilang dia ketemu kamu pas kamu masi di Gero
message sent
saya: oh Bayu item kali yah, anaknya item, tinggi gede, kan?
message received
dia: he he, ga gede, rada kurus, blum tidur Dhis?

ya jelas blum tidur lah, situ sih sms-sms saya mulu, emangnya bisa sms-an sambil tidur?

tiba-tiba hp saya bunyi, telpon masuk (masih dari dia)
dia:"Blum tidur, Dhis?"
saya: "Blum, lagi baca buku nih, eh maksudmu tuh Bayu yg mana, sih?"
dia: "Temen maenku, dia bilang pernah knalan sama kamu di Geronimo, uhmmm...ga inget yah?"
saya: "he he, duuh maap banget yah, beneran ga inget"

suddenly, thoughts of u are in my mind...
damn! Para Bayu tak ku kenal ini membuatku memikirkanmu lagi....

..missing u still..








Monday, February 25, 2008

The Trouble With Name is ......

Saya baru aja balik dari Galeria, u know what?, ternyata udah lama juga saya ga beredar di sana, it's been a month. Gimana yah, saya paling males maen-maen ke mall, apalagi kalo ga ada tujuan yang super jelas, kayak misalnya makan, nonton, atau shopping, kadang ngemsi juga. Perkara nanti sampe di sana ga jadi makan, nonton, atau shopping, itu laen soal. Tapi khusus hari ini, saya pergi ke Gale sebagai warga negara yang taat menunaikan kewajiban membayar listrik.

Duuh, saya harus mengucapkan terima kasih yang amat sangat pada siapapun yang punya ide untuk bikin counter pembayaran listrik di mall, c'est genial !!!. Sungguh sangat membantu orang-orang seperti saya yang ga bisa duduk manis nunggu antrean. Lagian kalopun harus ngantre, disana saya masi sempet menghibur diri dengan meng-order juice buah di foodcourt atau liat-liat baju di lantai atas. Sssst..yang ini rahasia yah, alasan laen yg bikin saya hobi bayar listrik di Gale adalah tagihannya yang cuma berjumlah 30 ribu rupiah, padahal kmaren-kmaren pas bayar di tempat laen, bisa nyampe 130 rebu plus bonus ngantre ampe gerah..hihihi..(still wondering why? aneh tapi nyata, meterannya rusak kali yah?)

So, there I went...
membulatkan tekad ga pake mampir ke atm mandiri, soalnya tiap kali lewat tu atm, saya seolah-olah melihat tulisan segede gambreng yang berbunyi: Hi hello, u still have plenty in your account, go ahead cash it right here! (fiuh..bisa defisit saya). Jadilah demi menghindari atm itu, saya memilih parkir di basement. Nyampe di counter listrik ga pake ba bi bu langsung bayar trus ngacir (niatnya sih, kenyataannya? berbuntut panjang sodara-sodara). Gimana ga panjang, kalo akhirnya saya jadi punya bahan buat postingan? ;p

Jadi begini ya, begitu saya niat mo buru-buru ngacir ke kantor, tiba-tiba sudut mata saya menangkap sesosok pria yang sepertinya melambaikan saputangan babuncu ampat, sabuncu-nya di makan api *halah!!* oke..oke..seriously, I saw a man waved at me, dan tiba-tiba aja dia dan temannya udah di depan mata lalu menyapa (menyapa saya tentunya, anda pikir siapa? menyapa hantu?).

Si pria: "Hai Dhis, pa kabar? masih di jogja toh?" (dengan logat jawa yg sangat kental setara kopi tubruk)
Saya: "Eh halo, baek baek, masi lah masi betah" (hey hey syapa dia? bolehkah aku melihat sari wajahnya, hey hey syapa dia? SI-A-PA Diaaaaaaaaa?, sebait lirik lagu theme song kuis jadulnya Kang Aom Kusman spontan mengalun merdu dikepala saya)
Si pria: "Eh iya, knalin ini Ria"
Si wanita: "Ria"
Saya: "Adhis" (sambil ngebatin, damn! gw ga butuh nama lo, gw butuh nama laki lo, siapa sih?)
Si wanita: "Do, gw ke sana bentar yah" (sambil nunjuk counter es teler 77)
Saya: (dalam hati bersorak, yes! DO! si cewek manggil dia dengan sebutan DO, bisa Doni, Dodo, Dido, Rado, haiyah!!! probabilitasnya banyak banget sih, uuugh :| *mulai frustasi* )
Si pria: "Eh masih suka ktemu anak-anak ga?"
Saya: "Hmm, udah jarang maen sih, sok sibuk siaran he he" (jawaban cari aman yg sedikit ngasal, hadooh anak-anak yg mana nih? udah mule garuk-garuk kepala padahal ga gatel, gatel tau namanya sih iya, situ siapa sih? name please!)

Sebelum dia tau kalo saya sama skali ga inget namanya, saya pun nyari alesan buat segera cabut

Saya: "Eh, Do gw janjian ma orang nih, cabut duluan yah"
Si pria: "Oh, okay, kalo ktemu anak-anak, salamin yah, buat Jhe juga"
Saya: "Jhe? Syiiep"

Dan usaha saya untuk tau namanya pun gagal total, can't hardly remember, tapi kayaknya sih temennya Jhe, secara dia bilang salam buat Jhe. Hmm...jadi ngingetin saya sama kejadian minggu lalu pas ngemsi di centro. Saya di sapa seorang mbak berjilbab coklat

mbaknya: "Hay Is, pa kabar, udah lama ga ktemu yah?"
Saya: "Hi (cipika cipiki, *memorize mode on*, yak sepertinya dia temen satu fakultas, dugaan ini smakin diperkuat oleh caranya menyapa saya dengan sebutan "Is", cuma temen-temen bogor n jaman kuliah UGM yang manggil saya "Is")
mbaknya: "ngemsi, Is?"
saya: "iya, kamu?"
mbaknya: "ngliput" (dia ngliput acara launching wedges di mana saya ngemsi)
saya: "emang dirimu gawe dimana?"
mbaknya: "koran SINDO, Seputar Indonesia"

and the conversation goes on and on and on...
wis, pokoknya seru lah walopun sampe ending saya belum tau namanya (saya bilang blum karena masi ngarep dia ngasi kartu nama, berguna banget tuh bwat tau siapa namanya)
blum sempet dia ngasi name card, saya udah harus naek panggung (halah! brasa show girl hehe)

Duuuh...selagi ngemsi pun saya masih pnasaran siapa namanya, soalnya tadi pas ngobrol nyambung banget, palagi pas ngobrolin jaman kuliahan dulu..but then, out of no where, I came up with a brilliant idea (dubrak! ;p). Saya ajakin dia nge-games jadi cinderella dadakan. Secara itu launching sepatu wedges, ada beberapa pasang sepatu yg di pajang di panggung, nah tu sepatu boleh di cobain, kalo pas sama kaki situ, silaken di bawa pulang, for free pastinya, cihuiiy toh? ;)

So.., on a mission nyari tau nama mbaknya, saya secara paksa nyomot 2 orang wanita ke atas panggung. Lalu saya pun mulai beraksi, begini caranya...

Saya: "Yak, mbaknya yg baju ijo, siapa namanya mbak?"
Mbak1: "Mia"
Saya: "Mia?, Oke sebelahnya Mia, siapa namanya?"
Mbak2: "Susi"
Saya: "Mia dan Susi, ini dia para upik abu yg mo njajal sepatu, siapa tau jadi cinderella ya mbak?, hmmm...tapi kayaknya kurang seru nih kalo cuma berdua, nambah satu lagi yah, itu mbaknya yg pake jilbab coklat, sini mbak (si mbak-berjilbab coklat-yg-sepertinya-teman-saya itu pun pasrah naek ke stage)
Saya: "Mbaknya, siapa namanya mbak?"
Mbak jilbab coklat: "Niken"

Horeee!!! ketauan deh namanya Niken
Hebat yah saya..hehehe ;p
Dan kali ini, when the show was finally over, saya pun bisa berpamitan dengan menyebut namanya

"Ken, balik duluan yah"

Fiuuh...kalo lagi jalan sendirian, lupa nama orang emang rada ngerepotin dan bikin ga enak hati. kadang saya suka bertanya-tanya sebegitu tidak pentingnya kah namanya untuk saya ingat? atau sepenting itu kah saya sampe orang selalu inget nama saya dubrak!!#$% *narsis mode on* ;p. Biasanya jurus andalan saya adalah minta name card, sayangnya ga smua orang punya name card, kan?. Kalo gini kejadiannya, saya minta aja no.hp-nya, tapi ga saya save di hp, alasan tak terbantahkan adalah phone book penuh he he, lalu saya lancarkan jurus konvensional, minta dia nulis no.hp-nya di kertas ato di blakang name card saya, biasanya sih selaen nulis no.hp-nya dia juga otomatis nulis namanya, gini nih, AGUNG 08122691037. Paling aman sih kalo saya lagi rame-rame ma temen, pas dia bilang "Hai, apa kabar?" saya jawab "Hai, baek, eh knalin ni temen gw, Ian". Pastinya pas knalan ma temen-temen kita dia nyebut nama, kan? problem solved . Atau kalo saya ga punya banyak waktu untuk melancarkan jurus-jurus tadi, begitu dia bilang "Hai, Dhis..pa kabar?" saya langsung kasi dia a very loooooong handshake, sebelum saya lepas saya pause beberapa detik sambil pasang ekspresi lupa-lupa inget mohon dikasihani (padahal lupa total he he) dan kalo sampe orangnya jatuh kasian beneran, biasanya dia bakal bilang "Hayooo, lupa yah? Gw Antok" (dengan nada menggoda kalo dia maklum, dengan nada be te pengen nyakar kalo dia orang yg temperamental, tergantung nasib ketemu sama yg mana).

Guys.., next time you come my way, please remember that I have a very bad short-term memory, specially with names [ eh short-term memory-nya kasuistik ding, kalo nginget cowok keren berkualitas dan sweet memories saya jagonya :) ]










Friday, February 22, 2008

Alien in New York(arto)

...21 Februari 2008 di suatu sore mendung tak kunjung hujan...

Dewi: "Dhis, friendsterID mu apa?"

Saya: "Gw ga friendster-an" (cengar-cengir kuda)
Dewi: "Hahhh?" (looked at me like i'm kinda alien in New York(arto) ;p )
tapi YM-an kan?"
Saya: "Iya, kadang-kadang" (datar-datar aja)
Dewi: "Kirain.." (menatapku dan bernafas lega, sepertinya bersyukur bahwa i'm not completely an alien, she was talking to a normal person)
Dewi: "Pasti dirimu lebih milih nge-blog ya?" (dengan nada sangat yakin nyaris menuduh)
Saya: "Ga, nge-blog nya baru-baru ini aja, iseng juga, bwat killing time aja (nada datar tanpa semangat)
Dewi: "Ooooh..." (nada suara bingung, mengambang di udara, mungkin bimbang memutuskan am I really an alien or what? ;p )

Yang tadi itu cuma percakapan sebelum siaran, sambil lalu depan kompi ruang AE, saya lagi YM-an, Dewi lagi friendster-an. It was pretty much an usual everyday conversation, I guess. Tapi percakapan singkat itu mengungkap fakta basi seputar ke-gaptek-an saya.

Ya, kalo ada orang yang gaptek akut di era informasi teknologi yang serba hi-tech ini, sayalah salah satunya. Saya memang agak phobia sama hal-hal yang berhubungan dengan teknologi, that's why I really, really, really left behind, namun bukannya gaptek by nature, karena pada dasarnya saya punya keyakinan bahwa ga ada satu pun orang di dunia ini yang natural born gaptek (smua bisa dipelajari, termasuk teknologi), yang ada adalah mereka yang memang punya ketertarikan lebih dan mereka yang tidak (well..obviously, I belong to the second group). Those with interest biasanya lebih melek teknologi, malahan bisa sampe level addict, can't live without... (saya menyebutnya 'manusia-tanpa-teknologi-mati-aja-deh-gw' he..he), dan sepertinya (sepertinya loh ya, maap kalo salah) even with less effort, they master it easily. Sementara saya, skala 0-10, tingkat ketertarikan saya terhadap teknologi nyaris mendekati angka 0, maka yang terjadi adalah fiuuuh...saya harus berusaha mati-matian buat mempelajarinya (untung ga sampe mati beneran..cuma kadang lumayan bikin saya nyaris gila dan putus asa)

Did I just say, DIE TRYING?
uuuummm...not really, actually (he..he ya..ya saya agak berlebihan di bagian berusaha mati-matian ;p)

Justru kenapa saya masih aja gaptek adalah karena selaen lack of interest masih ditambah lack of willingness buat belajar, i'm not a man of purpose, gak persistence (duuh..knock..knock, Dhis, when will u finally wake up? itu kan sungguh kombinasi yang bikin jalan di tempat). Tapi sebenernya saya udah usaha buat bersahabat dengan teknologi, tanya sana-sini, nyoba ini itu, banyakan gagalnya daripada berhasilnya sih, dan skalinya gagal I gave up on it, jadinya ga persistence itu tadi :(

Boleh dibilang perjalanan saya bikin account blog ini merupakan salah satu bukti ke-gaptek-an saya. Gimana ga gaptek coba, kalo untuk tau cara ganti templete aja, saya sampe bikin 3 account dengan headline addictedtotea *dubrak!!* (hwahahaha), dan kalo isi blog saya cuma postingan dan profile seadanya, niscaya itu bukan karena saya menganut faham simplicity (trust me...i'm as simply as complicated), melainkan lebih karena sampe detik ini saya belum faham cara nambahin ini itu di blog saya (ya ampuun, Dhis, look at you..getting older but not getting smarter ;p ). Oh, itu blum sberapa, saya juga sempat terpana melihat item blog saya tertulis dalam bahasa Indonesia tercinta (hidup sumpah pemuda!!!). Saya sampe nanya Ryu Deka, boss saya yang blog addict itu lewat YM

Saya: "De, blog gw kok tampilannya bhs endonesa, yah? tau ga caranya ngrubah ke Inggris?"
Deka: "Wah..ga tau, Dhis?"
Saya: "Tapi punya lo Inggris kan? Koq bisa?"
Deka: "I'm the chosen one, I guess...he he"

he he ternyata sia-sia saya buka YM sore itu, "I'm the chosen one" ??? what kind of answer was that? sigh..not helping at all.

Tapi saya bersyukur waktu itu saya keukeuh mencoba bikin blog ini
Yah...walo sementara blog saya begini saja dulu
soalnya saya lagi sibuk nanggepin kegigihan teman-teman yang invite saya join friendster (heh? masi musim yah? katanya seruan facebook?)

Dear friends...I don't join friendster,
Thanks for inviting, anyway
Luv you much :)






Monday, February 18, 2008

Puzzle Kebohongan

saya menemukan kebenaran dari sebuah kebohongan, seringkali...

once in a while, kalo lagi kepepet, saya juga (sering) bohong. Dibohongin? lebih sering (he..he, malangnya saya!), biasanya kalo abis di bohongin, saya suka ndadak nyari cermin (buat ngaca dong, masa iya buat nyisir???), siapa tau pas ngaca di jidat saya tertulis "saya gampang dibohongin, loh", tapi berkali-kali saya liat ni jidat, bersih tuh, ga ada tulisan apapun, malahan si jidat adalah bagian wajah saya yang paling mulus di antara bagian wajah lainnya yg kadang berjerawat, it's totally spotless!!! (duuuuh..., emang sayanya aja yang kelewat bego kali, ya? makanya gampang banget di bohongin ;p )

Hiiih? masa sih, saya sebodoh itu? gak ah...
setelah saya pikir-pikir, walo minyak goreng saya bukan FILMA, akal sehat saya sebenernya tau koq kalo lagi dibohongin, tapi hati saya aja yg ga bisa di ajak kompakan ma akal sehat, jadinya : Heart - denial mode On. Atau ada kalanya juga si akal sehat dan hati se-iya se-kata, mengucap bersama-sama dengan penuh keyakinan "Yeaaaa, Dhis...lo di bohongin (lagi) tuuuuuh!". Sering juga sih saya clueless, really have no idea kalo saya dibohongin. He? clueless? wait..wait..se-ben-tar..(berusaha me-recall memori), ternyata saya ga se-clueless itu koq, the signs were right there! in front of my face! I just didn't see it..simply coz I didn't want to

Beneran deh.., sebenernya ada sebuah sistem dalam tubuh saya yang bereaksi secara otomatis ketika ada yang bohong sama saya, sebuah 'perasaan aneh' yang sulit buat di deskripsikan, tapi ketika perasaan itu muncul, saya mendadak gelisah tanpa sebab, merasa limbung tidak kokoh berpijak, and just can't stop thinking...setengah berfikir dan berfikir setengah-setengah, ga utuh...kayaknya otak saya tiba-tiba sibuk men-scanning banyak hal di kepala tanpa di perintah, dan perasaan aneh itu datang dan pergi untuk kembali (Ello bangeeeeeetttt!!!) sesukanya (jelangkung bangeeeeet hi hi)

Lama-lama saya jadi akrab sama si 'perasaan aneh' itu, ternyata dia datang dan pergi bukannya tanpa sebab. Dia mulai terasa ketika mata saya mulai bisa melihat signs bahwa saya di bohongin, dan pergi lagi karena hati belum bisa menerima kebenaran data-data yang di proses otak setelah mata melihat signs tadi itu. Memang butuh waktu untuk bikin kompak otak sama hati, apalagi umumnya sign, clue, or whatsoever namanya itu hadir dalam bentuk kepingan, tidak utuh, yah kayak puzzle lah..butuh waktu, kejelian, moreover kesabaran untuk menemukan kepingan yang pas dan di susun pada posisi yang tepat, so..it's just about time sampai akhirnya saya mendapatkan sebuah puzzle utuh bertuliskan 'Kebohongan'

Ketika saya sudah menyelesaikan puzzle-nya, 'perasaan aneh' itu pun lenyap (whuuuzzz...). Ouuw...rupanya otak dan hati sudah menemukan kesepakatan, memaknai sign, clue, or whatsoever namanya itu tadi, merangkumnya menjadi sebuah kata paten, yaitu 'Kebohongan'

Seiring lenyapnya 'perasaan aneh' saya baru-baru ini, saya menemukan bahwa kejelian dan kesabaran untuk mengamati dan melihat sign, clue, or whatsoever namanya itu tadi adalah sebuah bentuk kecerdasan tersendiri, yang artinya saya ga bego-bego banget dong, yah? trus kalo saya ga cukup bodoh (untuk tidak terdenger narsis dengan menyebutkan bahwa saya cukup cerdas ;p ) untuk di bohongin, knapa dong masih aja saya di bohongin? well...it's just simply because i let all the lies come into my life, I give them chances, and because I really wanna think the other way (bahwa itu semua bukanlah kebohongan)
























Friday, February 15, 2008

Berbicara dengan TEMBOK


Terinspirasi oleh posting-an dengan judul Special Pake Telor Buat CONGKI punyanya teman saya (www.rasyefki.com) dan Hanya Hati Yang Boleh Bicara punyanya www.santizaidan.wordpress.com (yang teman saya juga)


10 Februari 2008

..Music playing..
Tak Ada Yang Akan Bisa
Meruntuhkan Niatku
Tuk Bertemu Memeluk Dan Menyanding
Meski Surya Membenamkan
Tubuhku Di Lautan
Kutunggu Sampai Samudra Mengering
Kutunggu Sampai Samudra Mengering
(Samudera Mengering by Jikustik)


>>>FFWD>>>

15 Februari 2008

Head
"Yakin mo nunggu sampe samudera mengering?"
Heart
"Emangnya ga boleh?"
Head
"Yang bilang ga boleh siapa?, cuma kamu perlu tau kalo peningkatan suhu di bumi terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Jadi kejadiannya bukan samudera mengering tapi samudera meluap, kamu akan tenggelam dan mati dalam posisi menunggu, lagian kamu ga bisa berenang, kan?"
Heart:
"Gitu yah....?" (mulai ragu)
Head
"Lagian setelah malam itu kamu berbicara dengan TEMBOK, apa kamu masih merasa bahwa it's all worth the wait?"
Heart
"Pembicaraan yang mana, yah?"
Head
"Lupa?..atau sengaja melupakan?, sini aku ingetin...".


<<< REW<<<

31 Januari 2008 23:41
on the phone


Saya

"Sorry for not being there for you, lagian sepertinya you didn't want me to be there..you never ask me to be there...".
Tembok:
"
Aku juga ga pernah minta dia ada buat aku, tapi dia selalu ada di sana siang malem buat aku!
Saya
....silent.....
Tembok:
"Aku juga ga pernah minta dia untuk bantuin aku, tapi dia tulus mo bantuin aku, perkara aku ga mau di bantu dia ga peduli!, yang penting dia mo bantuin".
Saya
.....silent....
Tembok:
"Dan aku jadi sayang sama dia...".
Saya :
"It hurts me a lot to hear this..."
Tembok
"Dia juga sakit, tapi dia diem aja. Slama ini aku crita ke dia soal aku sama kamu, aku sama yang laen dan aku tau dia sebenernya juga sakit, tapi dia ga nunjukkin itu ke aku!"
Saya
........silent......"???"
Tembok
"Sementara kamu..., aku jalan sama yang laen kamu marah, dan di saat-saat aku lagi ancur-ancuran gini, dia yang ada di samping aku!".
Saya
....temperature rising, burning up in heat...
"SETANALASBABINGEPETTAIKUDAKOMPORMBLEDUG!!!!!
bisa bedain ga sih antara mad n jealous?"
(makian hanya terucap dalam hati, sementara tangan menggenggam high heels dengan posisi siap menampar tu TEMBOK, sayangnya saya keburu sadar bahwa dia ga akan ngerasain apa pun, karena dia adalah TEMBOK, tanpa OTAK dan HATI !!!).

Question : Emangnya kamu siapanya aku, aku siapanya kamu, yah? Who are we to each other, anyway?

Statement
:
Next time ur comparing something or anything, please...
bandingkanlah dengan yang memang comparable, biar kalopun nanti hasilnya berat sebelah pada satu sisi, itu karena memang sudah selayaknya. You may compare iPod dengan Zune, intel dengan AMD, Steve Jobs dengan Bill Gates...but please, don't you ever compare mesin tik dengan komputer, atau...Sandra Dewi dengan Dewi 'dee' Lestari....


>>>FFWD>>>

15 Februari 2008

Head:"ring a bell, eh?"
Heart:"uhmm...berbicara dengan TEMBOK..it's no use..apapun yang kita coba katakan..smuanya mental...".
Head:"There.., you learned your lesson".
Heart: .........................


Note
makian SETANALASBABINGEPETTAIKUDAKOMPORMBLEDUG is courtesy of
Ryu Deka
(www.sanggarcerita.blogspot.com).