Friday, May 16, 2008

Hati-Hati Dengan HATI

Once..., saya ga sengaja baca statement-nya Will Smith yang sempet bikin geger. Katanya, pada dasarnya semua manusia itu baek, ga ada yang jahat. Lah? bagian kalimat mana yang bikin geger? itu sih namanya berfikir positif, iya toh?. Bentar sodara-sodaraku sebangsa dan setanah air, kalimatnya belum selesai. Demi mendukung kalimat di atas, mas Will Smith mengemukakan argumennya. Dia bilang bahkan seorang Hitler pun ga bangun di pagi hari dengan ide melakukan holocaust terhadap orang-orang Yahudi di kepalanya. Dan menurut mas Smith, walopun akhirnya Hitler memutuskan untuk melakukan holocaust, itu bukan berarti dia jahat, lagi-lagi masih menurut Smith, Bung Hitler hanya memiliki cara berfikir yang berbeda dengan kebanyakan manusia pada umumnya. Hitler berfikir dengan logika berfikir terbalik. Apa yang sebenernya adalah sebuah kejahatan (holocaust) dia anggap sebagai sesuatu yang baik (whatta..?!@#&%$# spekta banget ga tuh? saya rasa justru mas Smith ini yang berfikir dengan logika berfikir terbalik kekeke)

Well then, kalo memang iya semua manusia itu pada dasarnya adalah baik, maka saya pun akan ber-positive thinking terhadap statement-nya Wil Smith. Dengan cara fikir seperti ini, maka kalopun statement-nya menyinggung atau menyakiti pihak-pihak tertentu, itu tidak serta merta menjadikan Smith sebagai manusia jahat, karena sesungguhnya dia ga punya maksud jahat, hanya kebetulan aja pendapatnya berbeda dengan pendapat kebanyakan normalnya manusia (kok jadi pusing saya? halah! ;p)

Tapi sih..urun pendapat aja nih ya, lebih baik memang berhati-hati dengan kata-kata, sikap dan perbuatan.
Karena, kadang...walopun kita ga punya maksud jahat ma orang, seringkali..
in the end, SOMEBODY GETS HURT.
Untuk bisa nyakitin orang ga perlu pake niat kok, tanpa berniat pun, bahkan tanpa sengaja pun, kita sangat bisa menyakiti orang, mostly their hearts.
Dan..ketika hati sudah terlanjur tersakiti, akan sulit untuk mengobatinya. Kita.., yang menyakiti (walopun kekeuh ga bermaksud) ga akan pernah tau, sedalam apa luka yang kita torehkan.
Kadang..walopun akhirnya luka itu perlahan mengering dan hilang sakitnya, tidak demikian dengan bekas lukanya, bekasnya masih tersisa, tertinggal, ada di sana...
the pain gone away, but the scar remains

Pernah ga kakimu kena knalpot?

Awalnya terasa panas, kemudian syaraf di sekitar lukanya mulai mengejang, menciptakan rasa sakit yang luar biasa, lama-lama lukanya bernanah, sebelum akhirnya kempes, kering dan lalu mengelupas.
Ya...akhirnya lukanya sembuh dan tidak lagi terasa sakit. Namun ketika kita melihat bekasnya, kita masih bisa mengingat kurang lebih gimana rasa sakitnya.
Ya...akhirnya lukanya sembuh, ada jaringan kulit baru yang tumbuh di sana, namun ia tidak akan pernah sama seperti sedia kala. Bekas luka yang sembuh itu meninggalkan jejak, menghitam, meninggalkan cacat...
Dan setiap kali kita menengok ke arahnya, kita akan selalu ingat apa yang menyebabkan ia ada di sana dan terluka...si Knalpot...

Tuesday, May 13, 2008

Janda Kembang Mantan Bunga Desa

Tersebutlah sebuah desa di Selatan Jogja...
Tinggal di sana seorang wanita muda yang jadi bunga desa, jeng Mumun namanya. Konon, kecantikan jeng Mumun ngalah-ngalahin bidadari dari surga. Kecantikannya sanggup membuat para pria desa tersebut jatuh cinta jiwa dan raga. Dan ternyata kecantikan jeng Mumun tersohor sampai ke desa tetangga. Maka berlomba-lomba lah para pria dari desa jeng Mumun dan sekitarnya demi mendapatkan cinta sang bunga desa.
Salah satu yang jatuh cinta pada jeng Mumun adalah pemuda Parman. Sayangnya, ketika pemuda Parman bermaksud mengungkapkan perasaannya, jeng Mumun sudah menetapkan hatinya untuk pemuda desa tetangga dan menerima pinangan sang pemuda desa tetangga itu, dengan demikian hancurlah hati pemuda Parman, singkat cerita...pemuda Parman pun jadi gila...

And the story goes....
Puluhan taun kemudian, setelah menikah dengan pemuda desa tetangga dan tinggal di desa sang suami, jeng Mumun memiliki beberapa orang anak dan cucu. Ya...jeng Mumun telah menjadi seorang nenek. Walaupun demikian, waktu tidak mampu menghapus pesona kecantikan masa mudanya, ia masih tetap saja cantik bak bidadari.
Tibalah pada suatu hari...sang suami di panggil sang Ilahi...
jeng Mumun pun menjadi janda...
bukan janda biasa...
karena kecantikannya, jeng Mumun, mantan bunga desa itu kini menjadi janda kembang. Pamornya mampu memikat hati para pria, bahkan pria beristri sekalipun, sampai-sampai sang pria siap menceraikan istrinya. Semakin hari semakin banyak pria yang datang menghampiri, sampai jeng Mumun pusing sendiri, dan perlu waktu untuk menyepi. Maka jeng Mumun pun memutuskan pindah ke desa lamanya, dimana dulu ia pernah menyandang predikat bunga desa. Rencananya di sana ia tinggal bersama kedua orang tuanya. Belum juga lama jeng Mumun di sana, desa itu mendadak kisruh, rupanya berita kepulangannya membuat resah para wanita terutama para ibu, mereka khawatir para suami kepincut pesona mantan bunga desa yang sekarang sudah berstatus janda bukan janda biasa alias janda kembang...

Selain para wanita dan para ibu, ada satu orang lagi yang hatinya resah, gundah gulana..ia adalah pemuda Parman yang pernah patah hatinya oleh jeng Mumun, rupanya setelah puluhan tahun berlalu, ia masih berharap mendapatkan cinta jeng Mumun. Dan pemuda Parman pun menjadi makin gila, kali ini bukan gila karena patah hati, namun menjadi gila (lagi) karena cinta lamanya mulai bersemi (lagi). Layaknya para pria desa itu, pemuda Parman mabuk janda. Namun kali ini pun sama seperti waktu lalu, gayung tak bersambut, jeng Mumun jatuh cinta pada salah seorang aparat desa...

Akhir cerita...pemuda Parman yang menjadi gila karena tergila-gila pun jatuh sakit dan ia meninggal.

Wednesday, May 7, 2008

Mimpi-Mimpi Hari Gini

Secara awal Juni saya harus cabut ke Bogor, In term of celebrating my sayonara weeks, tadi malem saya ngubeng-ngubeng jogja lagi, yah...bahasa gaulnya sih hang out, tapi saya lebih memilih menggunakan bahasa psikologi populer untuk kondisi di atas, yaitu share quality time, soalnya impresi yang saya dapet dari kata ngubeng-ngubeng adalah kurang kerjaan banget, sementara kata hang out berkesan buang-buang waktu gak berguna, nah...buat saya, share quality time memberikan nilai plus pada aktifitas gak penting yang sering saya nikmati seperti duduk santai sambil ngopi-ngopi dan ngobrol hahahihi yang gak butuh tingkat intelektualitas sekelas Einstein untuk melakukannya he..he *nyengir mode*

Sayangnya pas makan malem bareng temen yang saya ajak ngubeng-ngubeng itu, ada sms dari Dani, temen saya yang gawe di EMAX, "Tumben ni anak sms gw" gitu kalimat yang ada di kepala saya waktu itu, dan penjelasan untuk kata tumben tadi adalah sms yang berisi informasi tentang mahluk Tuhan satu itu (yang saya males banget buat ngebahasnya), katanya mahluk itu dateng ke EMAX. Berhubung malem itu saya lagi pengen menciptakan memorable moment dan sudah membuang semua data ingatan tentang mahluk itu ke dalam trash bin di bagian departemen memori di otak saya, maka saya bales sms Dani, dengan keji saya maki mahluk itu sekeji film-filmnya psycho-nya Quentin Tarantino dan horor malesin-nya Wes Craven. Saya menyebut mahluk itu dengan sebutan mamalia berkaki empat, yang ekornya mengibas-ngibas kala bahagia, menggonggong, dan terkenal sebagai sahabat terbaik manusia he..he..he ;p setidaknya dalam klasifikasi mahluk hidup, dia tidak menempati posisi terendah lah seperti..apa yah? apa sih mahluk yang masuk klasifikasi paling rendah dan primitif??? (duuuh...anak biologi, bantuin dooooong!!!...amoeba bukan sih..?)

Well, ending dari sms kita adalah tertawa bersama, pertanda mahluk itu gak layak buat di bahas, lagipula masih ada hal lain menunggu buat kita kupas gak pake tuntas yang kita obrolin malem itu, hal lain itu adalah kata yang berbunyi REALISTIS.

REALISTIS..
kata sakti satu ini laksana racun buat jiwa-jiwa yang sedang BERMIMPI (kebanyakan baca Andrea Hirata nih, walo ga suka *halah* ;p). Ketika kita punya mimpi-mimpi dan kita sharesama orang lain, respon yang kadang kita dapet adalah kalimat sebagai berikut:

"Jadi orang tuh realistis aja deh"
"Mimpi kali lo, realistis dong.."

Emang bener sih, kita kudu realistis, misalnya saya males seumur hidup berpergian pake angkot mlulu, saya mimpi punya mobil, tapi cuma punya duit 14 juta, ya gak usah maksain beli mobil seharga 140 juta, ya emang gak bisa juga, kan? emang harus realistis. Tapi dengan duit 14 juta itu, bukan berarti saya gak bisa beli alat transportasi laen, kan? bisa kok beli motor sambil terus memelihara mimpi saya untuk bisa punya mobil (nabung aja dulu ampe mampus hi hi). Hanya karena harga mobil 140 juta sementara duit saya cuma 14 juta bukan berarti saya harus mengubur dalam-dalam mimpi saya untuk punya mobil di dasar lapisan bumi yang paling bawah, kan?. Buat saya Being realistic and keeping dreams alive adalah dua hal yang sebaiknya di sikapi dengan cara berbeda. Seperti yang ditulis Andrea Hirata di buku Sang Pemimpi, ketika tokoh Ikal merasa bahwa dia harus realistis menghadapi hidup yang justru kadar kerealistisannya itu mengubahnya menjadi seorang pesimis.

Namun tak pernah kusadari sikap realistis sesungguhnya mengandung bahaya, sebab ia memiliki hubungan linear dengan perasaan pesimis. Realistis tak lain adalah pedal rem yang sering menghambat harapan orang
(Sang Pemimpi - Andrea Hirata)

untungnya saat |Ikal mulai tenggelam dalam perasaan pesimisnya, tokoh Pak Mustar, guru SMA BukanMain hadir memberikan enlightment

"Mengapa kau berhenti bercita-cita, Bujang? Pahamkah engkau, berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia!!".

Kalo versi saya, memelihara mimpi, harapan, cita-cita, atau apapun itu istilahnya, tergantung cara kita memandangnya, kacamata apa yang kita pake? (CK atau DKNY ;p kekeke bcanda ding..) kacamata plus ato minus? (pilih sesuai rabun yang diderita hihihi) oke..oke serius nih, bener-bener tergantung kacamata yang kita pake, positif atau negatif? Kalo kita udah negatif duluan, ketika mimpi bertemu realitas maka akan berbenturan dan biasanya sang mimpi pun bubar jalan (graaak!). Kita bisa menyikapi mimpi dengan kacamata positif tanpa mengabaikan realitas yang ada, karena elemen hidup bukan cuma realitas dan mimpi yang saling berbenturan, ada jembatan lain yang bisa menghubungkan kedua-nya..jembatan itu saya beri nama possibilities...







Monday, April 14, 2008

ROAD TRIPPIN'

...3 hari tuk slamanya lah...
maksudnya 3 hari kerja sisanya mengisi ulang cadangan tenaga
walo cuma 3 hari tiap akhir minggu, tapi lumayan bikin jungkir balik *wdzg!*

Therefore, I'm emotionally unavailable ;)


Next Destination: Kotanya para wali (Kudus)
Bakal berat nih...get ready bwat improvisasi abis-abisan, skalian tour de Masjid aja kali yah?

Anyway, fiuuh...3 hari-3 hari on the road itu cukup bwat bikin saya kangen makanan made in Jogja like crazy!!!
Jadi saya mo cari makan dulu yah, enaknya Iga Bakar atau Cak Koting?
Uhmm...Cak Koting aja lah...ngidam empal sama sambelnya



Monday, March 31, 2008

Chaotic Serbia

Ulin 'n Wicak will get married, while Shani will get a pair of shoes, for free!

The question is...
Kok bisa? gimana critanya tuh?
Well, as their matchmaker, Shani berhak atas sepasang sepatu, sementara sebagai yang pihak yang dijodohkan, Wicak berkewajiban membayar sepatu pilihan Shani. Yup! Wicak gets Ulin, Shani gets the shoes, fair enough eh?

next question...
why shoes? knapa gak mobil ato rumah skalian? *matre mode On* hehe ;p
Gini critanya, sebelum jadi pihak yang dijodohkan, Wicak was a matchmaker too. Sebagai comblang, dia sukses menjodohkan temennya yang orang Indonesia dengan seorang temennya yang laen yang orang Macedonia (tau Macedonia, kan? salah satu dari 6 negara bekas Federasi Yugoslavia). Nah...menurut tradisi Macedonia, atas kesuksesannya dalam hal jodoh menjodohkan, seorang matchmaker berhak atas sepasang sepatu.
So..terjawab sudah knapa
Wicak owes shani a pair of shoes, kan?

Dan dari cerita sepasang sepatu perjodohan inilah, smua ke-chaos-an (or should I say kebodohan kolektif he he) tentang negara-negara Balkan berawal.

........

Friday Nite (Shani's farewell dinner at Parsley Jakal)
Guests invited: Saya, Ian, Ririen, Doni, Thomas, Dinar, Rama, Ella, Metri, Gaby, Angie, Dinda 'n partner, Wicak 'n Ulin

Obrolan mengalir wajar di meja makan panjang itu, sampai sebuah pertanyaan tentang kenapa Wicak harus ngasih Shani sepatu terlontar dari mulut Thomas.

Thomas : "Cak, kok yang lo beliin sepatu malah si Shani, yang mo lo nikahin kan Ulin?"
Shani : "Soalnya gw yang jodohin mreka"
Thomas : "Trus?"
Ian : "Soalnya dulu Wicak pernah jodohin temennya yang Macedonia dan tradisi Macedonia kalo lo berhasil nyomblangin orang, lo dapet sepatu, lo tau Macedonia kan? itu loh negara deket-deket Yugoslavia, Serbia dan teman-temannya itu"
Thomas : "Oh Serbia Montenegro?"
Semua : "Hwahahahah" (sambil menatap Thomas dengan tatapan ya ampun-bodoh loe-gak-ilang-ilang)
Thomas : "Loh, iya kan? Serbia Montenegro?"
Ian : "Serbia Herzegovina, Thom"
Shani : "Eh, Montenegro dimana sih?"
Saya : "Somewhere around Europe? deket-deket Bosnia kali? ato Amerika Latin, yah? (dengan nada suara yg 100% sangat tidak yakin ;p)
Shani : "Bukannya di Afrika, yah?"

...dan ke-chaos-an pun dimulai...dari ujung kiri sampai ujung kanan meja smua berusaha mengingat, mencari tau dimana sesungguhnya Montenegro berada diiringi suara piring, pisau, garpu, dan sendok yang berkelontangan...
Tiba-tiba....

Rama :"Ngomongin apaan sih?" *dubrak* (duuh..loading-nya lambat ni anak)
Dinar : " Itu looooh...ngomongin Serbia"
Rama : "Oooh...Serbia Montenegro?"
Semua : "Hwahahahhahaha" (dengan ekspresi sakit perut karena tertawa terlalu berlebihan)
Ian :"Yah, lo ama Thomas sama aja, Serbia Herzegovina kali, Ram"
Rama :"Oooh"

Malam itu smua sepakat bahwa Serbia adalah Serbia-Herzegovina, sementara Montenegro adalah sebuah negara yang entah berada di mana, could be somewhere around Europe, Amerika Latin, atau malah Afrika

Dan sodara-sodara...tanpa disadari kami telah melakukan sebuah kebodohan kolektif dengan meyakini bahwa Serbia adalah Serbia-Herzegovina, karena keesokan harinya si Shani buka wiki and it' was so crystal clear bahwa Serbia adalah SERBIA MONTENEGRO!!! hehehe *tersipu-sipu mode On*

Demi mengetahui hal ini, saya dan Shani gak bisa brenti ketawa sepanjang jalan ke Amplas dalam rangka hunting sepatu, sementara Thomas buru-buru sms Ian buat merayakan kebenaran status Serbia Montenegro-nya, dan Rama dengan ekspresi gemas menuntut rehabilitasi reputasi berkali-kali bilang "Tuh kan, gw bilang juga apa?, bener kan, serbia tuh serbia montenegro!"

Note:

Republik Makedonia atau FYROM (singkatan dari Former Yugoslav Republic of Macedonia) merupakan salah satu dari enam negara bekas Federasi Yugoslavia. Negara bagian lainnya yang telah memisahkan diri menyusul runtuhnya ideologi komunis ialah Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Slovenia, Serbia dan Montenegro. Serbia dan Montenegro eksis dari 2003 hingga 2006. Namun, oleh sebuah referendum yang dilaksanakan pada 21 Mei 2006, Montenegro mendeklarasikan kemerdekaannya pada 3 Juni 2006.

http://id.wikipedia.org/wiki/Macedonia
http://id.wikipedia.org/wiki/Montenegro














Thursday, March 27, 2008

WHEN GOD WINKS

Saya termasuk salah satu yang percaya kalo everything happens for a reason. Jadi kalo Einstein (yes!, that one and only Einstein, yang kondang banget dengan pose foto lidah terjulurnya, siapa sih yg tega nyuruh dia berpose se-idiot itu ;p) proclaimed bahwa "God does not throw the dice", wah..saya setuju banget tuh. Beneran mbah (Einstein maksudnya), saya dukung juga pernyataan anda bahwa no thing such a coincidence, ga ada yang kebetulan dalam hidup ini, Tuhan Maha Mengatur segalanya, termasuk hal-hal yang kita anggap sebagai sebuah kebetulan, sesungguhnya adalah bagian dari rencanaNya. Lately, saya mengalami 'kebetulan-kebetulan' itu, many times. Let say, when I finally decided to quit my job, tiba-tiba aja ada yang nawarin gawean. I did not look for the job, the job found me!. Was it a coincidence? I don't think so. Saya sempet mikir berkali-kali, kalo saya resign sekarang, mungkin saya bakal jobless slama saya blum dapet gawean baru. Ternyata malah sebaliknya, saya dapet gawean keliling Jateng 'n Jatim and paid a lot! 5 kali lipetnya gaji saya sebulan he he. Atau ketika saya lagi kejebak ujan di kantor pos, tiba-tiba temen saya, Bayu sms katanya lagi di Jogja (ni anak skarang ngantor di Surabaya), dia juga kejebak ujan yang sama he he, padahal niatnya dia pengen mampir di sebuah tempat dimana dia bisa makan siang, nah loh? saya juga rencananya abis dari kantor pos langsung nyari tempat buat lunch, cocok nih, kayaknya what a coincidence banget, kan? Akhirnya kita janjian makan siang bareng malah sempet kliling-kliling jogja selatan dan beli kue leker di alun-alun. Was it really a coincidence? saya yakin bukan, seperti kata Listiana Srisanti, penerjemah buku Harry Potter yang merujuk pada buku When God Winks-nya Squire Rushnell, bahwa ketika kita mengalami 'kebetulan-kebetulan' dalam hidup, sesungguhnya Tuhan tengah berkedip pada kita, kedipan itu adalah bahasa cintanya, yang kurang lebih artinya "Nak.., Aku memikirkanmu, kamu baik-baik saja, bertahanlah".

Yup..sepertinya Tuhan tengah berkedip pada saya, berulang-ulang ( padahal saya sedang jarang 'menyapaNya' ) semoga saya gak ke-ge-er-an he he ;)

Friday, March 21, 2008

My Friends in Alphabetical Order

Bayu

Bay, jujur ni yah, gw ga tau warna favorit lo, tapi gw inget banget lo punya (dan sering) pake benda warna hore, merah misalnya, sepatu kappa merah, converse merah, kaos merah, jaket yamaha merah hi hi, ya kan?. Satu lagi yg ga bakal gw lupa, masa dimana rambut kribo lo masih berjaya, juga magical hands of yours (kalo lo udah bosen jadi promotion manager tanpa anak buah, I suggest lo buka tempat pijet aja, gw yg jadi PR dah ;p), moment pas lo lagi penjajakan ma Arin, obrolan di meja panjang Monjali pas Flight 1061 dimana tinggal kita berdua yg sadar sementara yg laen drunk in their very own way he he, dan waktu lo nge-gap gw nongkrong di nasi langi ma anak-anak TNT (padahal harusnya gw siaran ma Doni he he), thanks for covering me up, lo juga yang jadi saksi kalo sejak gempa gw udah ga bag phone lagi (uhm.kadang-kadang masih sih, tapi ga separah dulu), last but not least...gw ga bakalan lupa lo yang sabar ngajarin gw how to put an attachment in an e-mail ihihihi


Ian

Temenan ama lo bring out the other sides of me, although I still have lots of secrets to reveal. Thanks for letting me become one of your family (hehe gw ga ke ge-er-an kan?), by the way keluarga lo banyak aja yah?. Yg jelas I learn a lot from you lah, blajar siaran, blajar ngemsi, blajar how to act, blajar how to deal with guys (he he untuk hal yg satu ini gw emang siput banget, lambat! ;p). Lo juga yang bikin gw terbiasa dengan situasi rumah sakit dengan ICU dan UGD-nya, sepanjang sejarah keluarga gw, cuma gw yg pernah di rawat di RS, itu juga cuma 1x, kontras banget sama lo yg sering nginep di RS. Eniwe, gw ga bakal lupa those crazy moments, waktu di tawarin jadi TKI ke Malaysia? becanda tu abang sate! kakakakak, waktu gw namu pagi-pagi dan menguras isi kulkas lo sementara u guys hadn't wake up at all?, waktu roadshow ke Sragen n harus bangun 5 o'clock in the morning dengan muka bengep-bengep didn't sleep enough gara-gara harus vermak cue-cards dengan cara konvensional (re-write-gunting-tempel pake nasi!), at least we learned our lesson, rite? that is expect the unexpected!, snowballing conversation bareng Riza pas mati lampu, another snowballing conversation di Monjali (did u remember? un-fucking-believable! we even discussed 10 best toillets in the world, huahahaha), tragedi Ulin dan kamar mandi (that time i thought lo punya kesabaran yg luar biasa, sementara gw luar biasa evil-nya), waktu malakin mas wid demi semangkuk bakso (hikmah yg gw dapet adalah jangan pernah malakin ustad walo cuma sebesar 20ribu perak, baksonya jadi brasa ga enak, ya toh? hehe)


Jhe

Hehe, cuma lo yg bisa bikin gw nunggu 2 jam ampe nyaris kaku beku kepanasan (nah loh? kok?) di depan rumah mbah, man..janjian ama lo means pulsa gw boros, secara harus ngirim sms ke beberapa nomer, nomer lo yang sering jarang di charge itu, nomer mbak lo, nomer bokap lo, dan nomer si mbah, hebat! cuma lo yg bisa ngalahin gw sebagai orang yang paling susah di contact, finally found my match. Cuma lo juga yang bisa maksa gw nganter lo sampe bantul dengan berkedok ngisi bensin (beneran ngisi bensin sih, yeaaah...cuma ngisinya di jl.paris!) padahal lo tau banget waktu itu gw buta total peta daerah selatan, jadi jangan salahin kalo gw paksa lo ngawal gw dan motor gw balik sampe jokteng, zona safe yg gw kenal (walo masi mungkin nyasar secara sepengelihatan gw perempatan jalan di sekitar daerah situ looks the same).


Penyo

Lo yang paling lama gw kenal among others, iya lah secara kita sejurusan, satu angkatan pula, walo faktanya gw jarang liat lo di kampus, dan akhirnya gw menyusul jarang keliatan di kampus kemudian bertemu dan siaran bareng lah kita di Gero hehe. Tiap gw lewat abang capcay sebrang Bethesda, gw pasti inget lo. Soalnya lo pernah nraktir gw udang goreng mentega, waktu itu lo bingung mo nerusin training atau give up aja, untung lo ga jd give up ;), eh satu lagi..kan ku ingat slalu sop kambing sebrang Panti Rapih, tempat lo nraktir gw (lagi), siaran hotre malem-malem emang bikin laper. Ga bakal lupa juga masa-masa ngobrol di ruang sempit di depan kompi Riza dan kompi bebas, lo dengan .....dotcom itu ;p sementara gw sibuk bikin skrip Jambore. Masih inget juga masa-masa pas gw lagi seru ngobrol ma lo tapi harus gw cut gara-gara gw kudu ngejar si jago merah (orange ding) a.k.a bus kota (secara waktu itu gw belum bawa motor dan bus cuma ampe jam 6 sore aja, fiuuh...)


Ririen

Masa lo ga inget kalo lo punya buku cover coklat kertas re-cycle yang isinya kumpulan puisi dan tulisan lo? gw inget banget waktu itu gw sempet baca isinya pas kita makan di Kaloka. Kalo yg ini pasti masih inget, kita di skors siaran gara-gara komen soal Slemania ;p, kembali di banned siaran berdua, gara-gara siaran Hotre terlalu rame. Bloody Valentine, one of your story yang ga bakal gw lupa. Another one? tragedi jembatan layang, waktu tas converse coklat lo di rampok dan dengan entengnya lo crita kalo rampoknya ganteng pake baju distro hehe. Dan cuma lo yang bisa bikin gw nangis gara-gara nyomot nasi goreng telor lo pake tangan ;p (gw nangis bukan gara-gara lo marahin, tapi gara-gara gw nyomot nasi lo pake tangan trus lo jadi gak mau makan nasinya, hieks). Moment waktu gw, lo ma Ian mo ngasi kado farwell buat Ricky, versi trio The Reason-nya Hoobastank yg gagal total itu kikikik ;p. Kapan-kapan gw nginep di rumah sewon lagi yah, cuma gw kan tamu lo yang bisa bangun pagi-pagi? nge-teh trus bikin indomie rebus dan nyegat abang siomay depan rumah sementara lo blum bangun (percayalah, kalo gw stay seharian masih bakal ada abang ronde, abang sate, dan abang laennya yang gw cegat depan rumah lo)


Santi

Warna-warni sekali hidupmu, nak ;)
bisa-bisanya nikmatin se-cup es krim Baskin&Robins sambil menyesali betapa mahal harganya ("ugh..mahal banget, tapi pengen banget, tapi mahal banget", yes darling u said it over and over). Hmm...sempet juga mampir dikamarmu dan mengintip isi lemari bajumu yang katamu sebagian masih ber- tag price (hayooo..di sale aja!). Waktu itu kita ngrumpiin apaan yah? kayaknya ngobrolin soal Tuhan dan shani???? eeeh??? ya..ya kinda odd ha? hehe. Ah ya, dirimu juga yang berhasil membawaku ke K-See (and I keep coming back) buat potong rambut, kau berhasil juga menjadikanku dan Thomas saksi hidup pengeritingan rambutmu (dahsyat sekali efek Full House padamu ;p). Sempet juga kita berburu awul-awul sampe Kadipiro. Masih inget juga dirimu telat Kedai dan akhirnya ga jadi Kedai malah bercucuran kue cucur..eh..air mata, ternyata abis brantem gara-gara hairdryer yg bikin listrik jeglek (halah!), padahal waktu itu u dressed fashionably loh, jadi ga matching sama adegan tangisnya. Yang paling ga bakal aku lupain waktu dirimu crita sempet ngejar mobil kijang biru donker on the way ke Gero, soalnya u considered si pembawa kijang ganteng, turned out setelah susah payah kamu pepet-pepet eeeeh...ternyata Ndik!!!! (ga jadi naksir karena itu Ndik? atau karena ternyata Ndik ga ganteng? huahahahahahahahahaha)


Shani

Shan, kapasitas memori di otak gw se-per sekian kilobytes-nya menyimpan ingatan tentang para pria dalam hidupmu, sumpah loh, lo tinggal sebut aja namanya dan gw still remember everydetails, where and how you met those guys and why did u love them (once) ;p. Inget banget waktu lo narktir gw di Hartz-Chicken, we spent hours there (more than 4, I guess) sapu bersih apa yg jadi hak kita, well, it's all you can eat restaurant, kan? hehe. lo satu-satunya temen gw yg makan cantik (makan sambil sering-sering ngaca ngrapiin rambut). Yang paling segar di ingatan, Still bout the eating habit,moment waktu kita ndadak jadi kritikus kuliner di Ulen Sentalu (didn't like the food tapi tetep dimakan juga tanpa sisa), dan tentu saja won't ever forget your expression on Si Bapak-mo masuk-stick to the schedule-gak jadi masuk-slamat jalan yg jaga karcis masuk (damn! why he had to be so very jutek, anyway? tourism equals hospitality, kan? dan damn! knapa juga spanjang jalan pulang kita harus discuss tentang beragam kemungkinan alasan yg reasonable why he was jutek hihihi, kurang kerjaan bener kita ;p), juga moment pas lo ngidam banget makan duren yang berujung dengan insiden motor gw diangkut ke polres *wdzg!*, remember the lady at the optic? yg dengan suara stereo nanyain kacamata trendy terkini yang dalam versinya adalah kacamata gak lempeng-lempeng aja? *dubrak!*


Tiyok

Kura! Cumi! itemania.com! Raja Cela! lo mahluk paling ga kenal susah yang pernah gw kenal. Dan lo salah 2 diantara temen laki gw yang married oriented he he (lo ama Penyo, and u both finally married) I'll Always..always..always remember times when we were singing out loud berkali-kali "You and I Both"-nya Jason Mraz and "Burn"-nya Usher di ruang rekaman, haiyaah!!! fals abis! hihi tp fun. Ga bakalan lupa boxer lo yang pink tengkorak gonjreng itu and sepatu pimp lo. Masih gw kenang waktu lagi kere banget, lo minjemin gw 50 ribu, dasarnya lo emang baek, gw yang butuh pinjeman tapi lo yang repot nganterin ke kost gw. Gelang dari lo yg lo beli di cheaper-cheaper masih ada, gw pake kalo gw lagi berbaju ijo (biar matching ma bajunya). Masih inget Jurgen-nya Ulin? ni orang pernah jadi the object of your celaan, waktu itu lo bilang "Lin..Lin, apa sih yg bikin lo cinta ma dia, ganteng kagak, pendek pula, jalannya bongkok, pithecantropus banget deh!" hihihi (kejam tapi nyata ;p)

Haduuuuuh...masi banyak yg belum masuk list nih, maap yah, capek nih ngabsennya, sabaaar..sabaaar..masih bakal ada sequel-nya kok, saya mo kirim e-mail dulu, lanjut besok aja deh...